Fisik Jadi Lawan Terberat

KEPANJEN - Telah menuntaskan 24 pertandingan namun masih terpuruk sebagai juru kunci klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 jelas sebuah catatan memprihatinkan bagi klub yang pernah menyandang gelar juara liga. Tren negatif itulah yang kini tengah menyertai kampiun ISL 2009-2010, Arema yang sepanjang musim ini baru mengumpulkan 20 poin.
Perombakan skuad besar-besaran di awal putaran kedua kompetisi nyatanya belum membuahkan hasil signifikan bagi tim yang tengah berjuang mentas dari zona degradasi ini. Alih-alih mampu beranjak dari dasar zona merah, tim justru kesulitan untuk sekadar memaksimalkan peluang curi poin di setiap pertandingannya.
Dari tujuh laga yang sudah dilakoni sepanjang paro musim tersisa, skuadra Singo Edan baru bisa mengamankan enam poin. Hasil dari dua kemenangan di kandang, yaitu saat menghadapi Persib Bandung (25/4) dan Pelita Jaya FC Karawang (28/4).
Selebihnya, klub berlogo kepala singa antiklimaks di lima partai tandangnya. Mulai dari menantang tuan rumah Persiwa Wamena (13/4), Persipura Jayapura (17/4), Persiram Raja Ampat (21/4), PSPS Pekanbaru (2/5) hingga Persija Jakarta (6/5), semua menuai kekalahan.
Faktor kelelahan disinyalir sebagai biang gagalnya tim memaksimalkan peluang curi poin di kandang lawan. Bayangkan saja, dalam rentang waktu 27 hari, Dendi Santoso dkk harus menuntaskan tujuh laga beruntun. Jarak yang ditempuh untuk tiap partai away pun tidak bisa disepelekan.
Berapa kilometer perjalanan darat dan udara yang harus ditempuh skuadra Singo Edan saat melakoni Tur Papua ke tiga kota berbeda, kemudian menempuh perjalanan dari Pekanbaru ke Kuantan Singingi yang memakan waktu empat jam perjalanan darat hingga kemudian berlanjut ke Solo dengan masa recovery yang sangat minim.
Namun bukan padatnya agenda pertandingan saja yang menjadi momok Arema. Saat ini tim justru terancam beban psikologis yang terus menghantui awak skuad Singo Edan.
Menelan lima kekalahan yang membuat posisi tim makin sulit terangkat dari dasar klasemen jelas menghadirkan tekanan tersendiri bagi para pemain. Kepanikan akan ancaman degradasi dikhawatirkan bakal berdampak negatif bagi mental bertanding Steven Hesketh dkk.
Hal itu tak dipungkiri oleh head coach Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo. Sadar akan besarnya tekanan yang dipikul awak skuad besutannya, pelatih berlisensi A Nasional itu terus memikirkan solusi agar semangat berjuang para penggawanya terus berkobar. Salah satu cara yang dilakukannya adalah memberikan motivasi di tiap kesempatan latihan.
‘’Selain harus membenahi fisik, kita juga butuh pembenahan psikologis. Bagaimanapun keduanya harus berjalan beriringan. Apa gunanya bila fisik siap namun mental belum. Karena itulah, setiap bertemu pemain, hal yang saya tekankan adalah menjaga komunikasi dan memberikan motivasi,’’ bebernya kepada Malang Post kemarin.
Entrenador berusia 41 tahun ini percaya bahwa metode ini bakal sangat efektif karena sebetulnya dari segi permainan tim sudah menunjukkan progress luar biasa. Hanya saja, Dewi Fortuna belum juga menaungi klub berlogo kepala singa. Akibatnya, kini mental bertanding pemain yang dipertaruhkan.
‘’Dulu waktu kita juara, 45 menit belum cetak gol masih biasa. Dalam benak pemain selalu optimis gol kemenangan tinggal menunggu waktu. Kalau sekarang, 20 menit belum cetak gol, tim sudah mulai panik,’’ papar Gethuk. Situasi pelik tersebut agaknya disadari betul oleh manajemen Arema.
Tak ingin kepanikan tersebut berlanjut semakin larut, gebrakan progresif bakal dilakukan dalam waktu dekat. ‘’Kami (manajemen, Red) memposisikan diri sebagai orang tua dan pemain sebagai anak. Bagaimanapun orang tua tidak ingin anaknya terus terpuruk. Setiap waktu kami memikirkan cara terbaik agar semangat juang mereka tetap tinggi. Semuanya demi kebangkitan tim,’’ urai Manajer Arema, Sunavip Ra Indrata. (tom/bua)
 

Penulis : mbok ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Fisik Jadi Lawan Terberat ini dipublish oleh mbok pada hari Rabu, 09 Mei 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Fisik Jadi Lawan Terberat
 
Reaksi: 

0 komentar:

Poskan Komentar