ImTOO Video Cutter :: Cara Cepat Memotong Video



Kami yakin jika sobat JC sering memiliki koleksi video entah itu koleksi video klip, film, video hasil rekaman sendiri atau bahkan video xxx hehehehe. Pernahkah anda merasa kesulitan untuk memotong atau menghapus beberapa bagian yang ada di dalam video anda tersebut?? Ehhmmm….kali ini akan kami perkenalkan sebuah software kecil namun khasiatnya sangat besar dan pasti bermanfaat.

ImTOO Video Cutter merupakan sebuah software yang bisa anda manfaatkan untuk memotong video favorit Anda. Dibandingkan dengan program lain, ImTOO Video Cutter mendukung hampir semua format video utama seperti AVI, MPEG, WMV, DivX, MP4, 3GP H.264, MOV, ASF, DAT.

Berikut ini Fitur Utama ImTOO Video Cutter :
  • Potong bagian dari file video, menghapus segmen yang tidak diinginkan dalam daftar dan output sisanya sebagai yang baru.
  • Dengan ImTOO Video Cutter, Anda secara akurat dapat menentukan segmen atau zoom in / out untuk mendapatkan klip yang diinginkan.
  • Gambar file video asli, video klip dan video output digabung dari klip dengan built-in player.
  • Jalankan perangkat lunak di latar belakang bila keluaran file gabungan dari klip video untuk menghemat ruang.
  • Dapat melakukan : shutdown, keluar, hibernate, siaga untuk melakukan sisanya setelah konversi dilakukan.
  • Bahasa antarmuka : Bahasa Inggris, Jerman, Jepang dan Cina untuk pengguna yang berbeda.

Cara Menggunakan :

  • Silakan anda Download dulu softwarenya di bawah kemudian install hingga selesai.
  • Setelah anda selesai install jangan lupa jalankan. Software masih dalam kondisi Trial, agar anda bisa menggunakan secara Full Version maka copy serialnya pada folder yang tadi telah anda download dan copy serialnya. Klik menu Help > Enter Registration Code dan Paste serialnya.


  • Klik menu File > Add Video File dan buka video yang ingin anda potong.
  • Cari bagian awal video yang ingin anda potong kemudian tandai dengan cara klik tombol Set Start Point kemudian letakkan di posisi bagian akhir yang ingin anda potong dan klik tombol Set End Point maka bagian tersebut akan langsung ditandai.


  • Klik tombol kotak kecil yang ada di sebelah kanan kotak Destination. Maka akan muncul kotak dialog Save seperti berikut ini. Tentukan dimana video baru anda nanti akan disimpan dan berilah nama video baru anda tersebut.

  • Jika sudah, silakan klik tombol Cut (klik menu Action > Cut) dan tunggulah prosesnya hingga selesai.


  • Selamat menikmati video baru anda tersebut ^_^





Silakan Download ImTOO Video Cutter Disini

Password : www.javacreativity.com
Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Habis-habisan!

Arema vs Persegres
MALANG- Ambisi khusus diselipkan head coach Persegres Gresik United, Djoko Susilo saat memimpin skuad besutannya menantang Arema di Stadion Kanjuruhan malam ini. Sebagai Arek Ngalam, pelatih asal Dampit itu justru bertekad membawa Laskar Joko Samudro (julukan Persegres) memenangi derby Jatim yang sedianya disiarkan live ANTV, kick off 19.00 WIB tersebut.
Bukan sentimen yang melandasi tekad Djoko, melainkan mantan pelatih Persiwa Wamena itu terlecut bisa mengerahkan kemampuan terbaiknya selagi tim asuhannya berlaga di kandang singa. “Sebagai orang Malang, saya punya obsesi untuk tampil habis-habisan di Stadion Kanjuruhan. Tapi karena saya pelatih Persegres, jadi ambisi saya adalah untuk menghentikan Arema di kandangnya,” serunya kepada Malang Post kemarin.
Untuk merealisasikan targetnya tersebut, Djoko sebenarnya cukup leluasa menyusun komposisi terbaik guna meredam Singo Edan. Pasalnya, Persegres hanya akan minus defender Rudianto yang menjalani akumulasi kartu kuning. Selebihnya, kondisi skuad Laskar Joko Samudro siap tempur.
Di sektor penjaga gawang, tim pujaan masyarakat Kota Pudak (sebutan Persegres) memiliki Ade Mochtar dan kiper asal Malang, Herry Prasetyo. Herry yang asal Bululawang bahkan menjadi salah satu aktor sukses Persegres menundukkan Arema dengan skor 2-0 di putaran pertama lalu. Aksi gemilang pemain berambut gondrong itu membuat tak satupun peluang Singo Edan berbuah gol, termasuk eksekusi penalti Marcio Souza yang mampu dimentahkannya.
Pos bawah mistar Persegres akan rawan ancaman dari kubu tuan rumah. Mengandalkan Herman Dzumafo sebagai target man, daya dobrak Singo Edan dipastikan sangat eksplosif karena ditunjang Alain N’Kong serta M Ridhuan dan Dendi Santoso yang menyisir dari sayap.
“Kekuatan Arema sekarang berbeda dari putaran pertama lalu. Dzumafo dan Ridhuan kami anggap paling berbahaya,” urai Djoko Susilo waspada. Laskar Joko Samudro tampaknya akan sangat bergantung pada sosok Gustavo Chena sebagai jendral lapangan. Entah nanti dipasang sebagai defender maupun midfilder, pemain asal Argentina itu akan tetap menjadi otak permainan Persegres.
Belum lagi kolaborasinya bersama Uston Nawawi, Marwan Sayedeh dan Rahmat ‘Poci’ Rivai untuk memanjakan Gaston Castano sebagai ujung tombak utama. “Benteng pertahanan Arema sangat bagus. Kita harus cermat untuk membongkarnya,” lanjut Djoko usai memimpin latihan timnya di Stadion Kanjuruhan pagi kemarin.
Siasat tersebut nyatanya sudah terendus kubu tuan rumah. Sejak jauh hari, head coach Arema, Suharno menyadari kekuatan Persegres akan bergantung pada Chena dan Gaston. Duo Argentina itu dianggap sebagai kunci permainan Laskar Joko Samudro. Gaston saat ini tercatat sebagai top scorer timnya dengan koleksi 14 gol. “Saya sudah instruksikan kepada pemain belakang agar Gaston jangan sampai lepas,” tegas entrenador berlisensi A AFC itu.
Sama halnya dengan kubu tamu yang minus satu pemain belakang, Singo Edan juga kehilangan satu pilar sektor pertahanan karena akumulasi kartu, yaitu bek sayap Alfarizi. Sejumlah nama disiapkan sebagai pengganti. Mulai dari Sutikno hingga Nurul Mauludi. Sedangkan penjaga gawang Kurnia Meiga yang sebelumnya terkendala problem kebugaran tampaknya sudah siap kembali diturunkan sebagai starter.
“Kita bermain di kandang, harus tampil habis-habisan demi meraih tiga poin. Memaksimalkan setiap peluang yang tercipta untuk menjadi gol, dengan tetap mewaspadai setiap serangan lawan,” yakin Suharno usai memimpin latihan di Stadion Kanjuruhan, kemarin sore. (tom/bua) Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Marwan Tunggu Kesempatan

MALANG- Tak kunjung diturunkan hingga H-2 atau dua hari sebelum pertandingan, izin keamanan laga Arema kontra Persegres Gresik United akhirnya dikeluarkan pihak kepolisian siang kemarin. Turunnya izin ini jelas membuat pihak panpel yang sebelumnya sampai melayangkan surat pernyataan bermaterai sebagai jaminan ketertiban merasa lega.
Turunnya izin mengisyaratkan Polres Malang sudah merekomendasi digelarnya partai bertajuk derby Jatim yang sedianya dimulai dengan kick off pukul 19.00 WIB di Stadion Kanjuruhan tersebut.
"Alhamdulilah, izin sudah turun sekitar pukul 11.30 WIB tadi (kemarin, Red). Ini ibarat kado terbaik di pertandingan kandang terakhir Arema untuk Aremania.  Kami sampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian. Selamat HUT Bhayangkara," terang Ketua Panpel Arema, Abdul Haris kepada Malang Post.
Haris menghimbau agar kesempatan sebaik ini bakal dimanfaatkan Aremania dan Aremanita serta publik bola Malang Raya untuk membirukan Stadion Kanjuruhan. Bahkan untuk mengantisipasi tingginya animo penonton partai home pamungkas Singo Edan, panpel bersiap menambah kuota menjadi 37 ribu penonton.
Caranya dengan menambah kapasitas penonton tribun ekonomi. "Kita akan tambah 4000 untuk ekonomi dari normalnya 30 ribu. Nanti akan ada barikade besi di sisi utara dan selatan. Untuk kuota VIP tetap 2500 dan VVIP 500 jadi total 37 ribu penonton," beber pria yang juga Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan itu.
Dari kuota sebanyak itu, panpel sudah menyiapkan alokasi khusus untuk kelompk suporter Persegres, yaitu Ultrasmania. "Informasi yang kami peroleh, pihak Ultrasmania memastikan datang dengan jumlah 700 suporter. Kami sendiri siap menampung sampai 1000 Ultrasmania. Nantinya mereka ditempatkan di pintu 14," lanjut Haris.
Tentunya, ekspektasi tinggi panpel juga diimbangi kesadaran suporter untuk bisa menjaga ketertiban selama di stadion hingga meninggalkan kawasan stadion. Utamanya tidak melakukan aksi-aksi yang bisa mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya seperti mengayun-ayunkan tongkat yang akhirnya menuai teguran keras dari Polda Jatim.
"Kalau bisa tongkat bendera atau atribut itu ditinggalkan saja di stadion. Kami sungguh-sungguh menghimbau seluruh suporter agar mampu menjaga ketertiban," imbuhnya.
Sebagai laga kandang terakhir Arema musim ini, derby Jatim malam ini dipastikan berlangsung meriah karena adanya atraksi spesial dari Aremania dan hadiah undian satu unit sepeda motor Honda Revo. "Kabarnya Aremania sudah menyiapkan atraksi khusus. Nanti juga ada lagi hadiah sepeda motor Honda Revo bagi penonton yang beruntung," pungkas Haris. (tom/bua) Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Izin Beres, Aremania Wajib Tertib

MALANG- Tak kunjung diturunkan hingga H-2 atau dua hari sebelum pertandingan, izin keamanan laga Arema kontra Persegres Gresik United akhirnya dikeluarkan pihak kepolisian siang kemarin. Turunnya izin ini jelas membuat pihak panpel yang sebelumnya sampai melayangkan surat pernyataan bermaterai sebagai jaminan ketertiban merasa lega.
Turunnya izin mengisyaratkan Polres Malang sudah merekomendasi digelarnya partai bertajuk derby Jatim yang sedianya dimulai dengan kick off pukul 19.00 WIB di Stadion Kanjuruhan tersebut.
"Alhamdulilah, izin sudah turun sekitar pukul 11.30 WIB tadi (kemarin, Red). Ini ibarat kado terbaik di pertandingan kandang terakhir Arema untuk Aremania.  Kami sampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian. Selamat HUT Bhayangkara," terang Ketua Panpel Arema, Abdul Haris kepada Malang Post.
Haris menghimbau agar kesempatan sebaik ini bakal dimanfaatkan Aremania dan Aremanita serta publik bola Malang Raya untuk membirukan Stadion Kanjuruhan. Bahkan untuk mengantisipasi tingginya animo penonton partai home pamungkas Singo Edan, panpel bersiap menambah kuota menjadi 37 ribu penonton.
Caranya dengan menambah kapasitas penonton tribun ekonomi. "Kita akan tambah 4000 untuk ekonomi dari normalnya 30 ribu. Nanti akan ada barikade besi di sisi utara dan selatan. Untuk kuota VIP tetap 2500 dan VVIP 500 jadi total 37 ribu penonton," beber pria yang juga Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan itu.
Dari kuota sebanyak itu, panpel sudah menyiapkan alokasi khusus untuk kelompk suporter Persegres, yaitu Ultrasmania. "Informasi yang kami peroleh, pihak Ultrasmania memastikan datang dengan jumlah 700 suporter. Kami sendiri siap menampung sampai 1000 Ultrasmania. Nantinya mereka ditempatkan di pintu 14," lanjut Haris.
Tentunya, ekspektasi tinggi panpel juga diimbangi kesadaran suporter untuk bisa menjaga ketertiban selama di stadion hingga meninggalkan kawasan stadion. Utamanya tidak melakukan aksi-aksi yang bisa mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya seperti mengayun-ayunkan tongkat yang akhirnya menuai teguran keras dari Polda Jatim.
"Kalau bisa tongkat bendera atau atribut itu ditinggalkan saja di stadion. Kami sungguh-sungguh menghimbau seluruh suporter agar mampu menjaga ketertiban," imbuhnya.
Sebagai laga kandang terakhir Arema musim ini, derby Jatim malam ini dipastikan berlangsung meriah karena adanya atraksi spesial dari Aremania dan hadiah undian satu unit sepeda motor Honda Revo. "Kabarnya Aremania sudah menyiapkan atraksi khusus. Nanti juga ada lagi hadiah sepeda motor Honda Revo bagi penonton yang beruntung," pungkas Haris. (tom/bua) Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Sapu Bersih!

Arema Siap Lumat Persegres Gresik
MALANG- Tujuh laga home putaran kedua Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 dilalui Arema dengan sempurna. Klub berlogo kepala singa sukses menyapu bersih kemenangan tiap kali tampil sebagai tuan rumah. Terakhir Arema sukses membungkam Persiba Balikpapan 3-1, Minggu (24/6) lalu.
Korban berikutnya adalah Persegres Gresik United. Tim berjuluk Laskar Laskar Joko Samudro ini menjadi tamu terakhir Singo Edan dalam pertandingan lanjutan ISL di Stadion Kanjuruhan, malam ini, kick off 19.00 WIB (live ANTV). Seperti tujuh laga home sebelumnya, raihan tiga poin jadi harga mati bagi Dzumafo dkk.
Menyusul dengan hanya kemenangan, Arema benar-benar aman dari ancaman degradasi, sekaligus memperbaiki posisi. Jika menang, Arema yang masih menyisakan satu laga pamungkas di kandang Persela Lamongan berpeluang naik tiga strip, menggeser posisi Persidafon Dafonsoro di peringkat 10 klasemen sementara.
“Untuk pertandingan yang sangat krusial ini, kita harus amankan tiga poin. Kita sudah pelajari kelebihan dan kekurangan lawan, jadi harus bisa maksimalkan. Namun yang penting, anak-anak tidak boleh meremehkan kekuatan Persegres,” ungkap pelatih Arema, Suharno kepada Malang Post.
Selain ada semangat revans atas kekalahan 0-2 Arema di kandang Persegres pada putaran pertama lalu, kemenangan wajib diraih Arema untuk memberi kado istimewa untuk Aremania pada laga home terakhir ini. Sekaligus demi menjaga rekor kandang Arema yang selalu menang sejak ditangani pelatih Suharno di putaran kedua.
Jika menilik performa Persegres di beberapa pertandingan terakhir, peluang menang terbuka lebar untuk Arema. Maklum, tim asuhan Djoko Susilo itu belum pernah menang di enam laga terakhirnya. Bahkan hasil terbaik yang diraih Gaston Castano dkk adalah seri, tepatnya saat menahan imbang Deltras Sidoarjo, 21 Juni lalu.
Sebaliknya, Arema hanya menelan satu kali kekalahan dari lima laga terakhir. Singo Edan hanya tersungkur saat menantang kampiun musim ini, Sriwijaya FC di kandangnya, 16 Juni lalu. Tren menanjak membuat klub berlogo kepala singa menjauh dari zona degradasi dan kini berada di peringkat 13 dengan koleksi 37 poin.
Kemenangan atas Persegres tentunya akan membuat posisi Arema aman untuk musim depan. Tentu dengan syarat, Arema harus mampu menjadikan Persegres korban kedelapan di Stadion Kanjuruhan. Seperti halnya Persib Bandung, Pelita Jaya FC, Persisam Samarinda, Mitra Kukar Tenggarong, Persidafon Dafonsoro, Deltras Sidoarjo hingga Persiba Balikpapan yang telah merasakan kekalahan di kandang Singa.
Meski Persegres juga tak bisa dipandang sebelah mata. Laskar Joko Samudro diperkirakan bakal tertantang untuk menghentikan catatan mengesankan Arema tiap kali bertanding di hadapan puluhan ribu Aremania. Dalam bentrok bertitel derby Jatim ini, Persegres siap tampil ngotot untuk meraih hasil maksimal.
Pasalnya hanya dengan mengamankan poin, tim pujaan warga Kota Pudak (sebutan Gresik) ini bisa menjaga peluang bertahan di ISL musim depan. Saat ini, Laskar Joko Samudro masih tertatih di peringkat 16 dan terus dihantui ancaman degradasi karena hanya terpaut dua angka dari Deltras Sidoarjo yang berkutat di zona merah.
Sekali tergelincir, bukan tak mungkin Persegres akan menemani PSAP Sigli turun kasta di penghujung musim 2011-2012. Namun Persegres tak mau muluk-muluk. Menurut sang pelatih, Djoko Susilo, target realistis timnya di markas Arema adalah mencuri poin.
“Kondisi tim kami siap. Kami ingin berikan yang terbaik di away terakhir musim ini. Bisa dibilang beban, tapi kami menganggapnya motivasi. Ada motivasi untuk menghentikan rekor kandang Arema. Tapi kami sadar tren mereka sedang naik. Target realistis di Malang adalah curi poin,” terang Joko usai memimpin latihan timnya di Stadion Kanjuruhan pagi kemarin. (tom/bua)  
Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Waspada Duo Argentina

MALANG- Kebobolan delapan gol dari tujuh pertandingan home terakhir jelas bukan catatan mengesankan bagi Arema. Sekalipun tampil impresif sepanjang putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, terbukti tim tamu selalu bisa menemukan celah pertahanan Singo Edan tiap kali bentrok di Stadion Kanjuruhan.
Diantara tujuh tamu yang bertandang ke kandang singa di putaran kedua musim ini, mereka yang bisa menjebol gawang klub berlogo kepala singa adalah Persib Bandung (1 gol), Pelita Jaya FC (2 gol), Mitra Kukar Tenggarong (3 gol) serta Deltras Sidoarjo dan Persiba Balikpapan yang masing-masing mengkreasi satu gol dari eksekusi bola mati.
Kelemahan itu disadari betul oleh tim pelatih Singo Edan yang dikomandani head coach Suharno. Tak mau kembali kecolongan saat skuad besutannya menjamu Persegres Gresik United, Sabtu (30/6) besok, pelatih yang dulunya mengawali karier sebagai pemain di Perkesa 78 itu terus membenahi kinerja para defender.
Seperti terlihat dalam sesi latihan Arema di Stadion Kanjuruhan, pagi kemarin, Johan Ibo dkk digenjot materi antisipasi saat kehilangan bola dan ketika pertahanan terancam. Pemain belakang dituntut sigap mengawal pergerakan lawan saat harus meladeni duel satu lawan satu maupun dua lawan satu.
“Pemain harus tahu apa yang harus dilakukan saat menang bola maupun kalah bola. Antisipasinya harus tepat,” ujar Suharno kepada Malang Post. Persegres mungkin bukanlah tim raksasa di pentas ISL musim ini. Skuad asuhan Djoko Susilo bahkan harus berjuang ekstra keras untuk bisa bertahan di kasta tertinggi sepakbola nasional.
Namun patut diingat bahwa Laskar Joko Samudro (julukan Persegres) memiliki barisan daya gedor mematikan. Dengan Gustavo Chena sebagai otak serangan, tim asal Kota Pudak (sebutan Gresik) memiliki Rahmat Rivai, Marwan Sayedeh dan Gaston Castano di lini depan. Nama yang disebut belakangan sudah mencetak 14 gol sepanjang musim ini.
Dalam latihan kemarin, Suharno agaknya juga sudah menekankan kepada Munhar dkk untuk mematikan gerak Gaston. Dengan mengunci striker asal Argentina itu, Persegres diyakini bakal kesulitan membongkar benteng pertahanan Singo Edan. “Tentu saja harus ada yang ditugasi mengawal Gaston. Kalau tidak bisa bahaya. Untuk siapa yang saya tugasi, kita lihat saja nanti,” papar entrenador yang mengawali kariernya sebagai asisten pelatih Niac Mitra Surabaya tersebut.
Selain Gaston, Suharno juga akan menginstruksikan timnya untuk mewaspadai Gustavo Chena. Menyusul eksplosifitas striker berusia 27 tahun itu tak lepas dari kecerdikan jendral lapangan tengah Persegres, Chena yang adalah rekan senegara Gaston. Menurut Suharno,  Chena sebagai otak permainan Laskar Joko Samudro.
Berkat kelihaian Chena mengirim umpan terukur yang memanjakan barisan penyerangan, Persegres mampu tampil menyengat sekalipun bermain di kandang lawan. “Gustavo Chena harus diwaspadai karena dia jendral lapangan tengah Persegres. Dia yang akan atur ritme trio penyerangan, yaitu Gaston dengan ditunjang Poci (Rahmat Rivai) dan Marwan Sayedeh,” ungkap Suharno.
Musim ini, Chena yang mengenakan nomor punggung ‘keramat’, 10, tidak menunjukkan kontribusi berarti dalam urusan mencetak gol karena baru dua kali menjebol gawang lawan. Namun itu bisa dimaklumi karena pemain kelahiran 16 Agustus 1982 tersebut memainkan perannya di lini tengah. Bahkan sesekali pemain berdarah Amerika Latin itu diturunkan sebagai pemain belakang karena kemampuan bertahannya yang sama baik.
“Beberapa kali dia (Chena, Red) tampil sebagai stopper. Tapi itu tidak mengurangi kekuatan Persegres karena dia mampu mengatur ritme sekalipun beroperasi di lini belakang,” imbuh Suharno. Selain itu, der trainer yang sebelumnya sempat mengarsiteki Arema di era Ligina III itu juga menyebut faktor kondisi fisik bakal menjadi modal penting skuadnya untuk melakoni derby Jatim besok.
“Saya tekankan kepada semua pemain untuk jaga kondisi karena waktu pertandingan semakinh dekat. Beberapa yang merasa demam lebih baik langsung periksa ke dokter. Tapi saya lihat rata-rata tidak ada masalah. Kita juga harus hindari cedera, jadi menu latihan juga sudah disesuaikan,” pungkas berlisensi A AFC itu. (tom/bua) Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Aremania Siap Sambut Ultrasmania

MALANG- Sekalipun hingga kemarin Panpel Arema belum mengantongi izin keamanan untuk menggelar pertandingan kontra Persegres Gresik United (GU), atmosfer laga bertajuk derby Jatim itu sudah sangat dinantikan suporter kedua kubu tim yang akan bertanding. Kabarnya, ratusan pendukung Persegres yang akrab disebut Ultrasmania bersiap menyerbu Stadion Kanjuruhan untuk mendukung langsung kiprah Gaston Castano dkk.
Lawatan seperti ini sebelumnya lebih dulu dilakukan Aremania di putaran pertama lalu. Kala itu, Persegres bertindak selaku tuan rumah yang menjamu Singo Edan di Stadion Tri Dharma Gresik. Ratusan Aremania dan Aremanita datang langsung dari Malang dan disambut baik oleh suporter tuan rumah.
Antara Aremania dan Ultrasmania memang terjalin hubungan harmonis yang terbina sejak lama. Namun karena baru musim ini kembali promosi ke kasta kompetisi tertinggi, kelompok suporter kedua tim baru bisa bersua lagi. Sebelumnya, Persegres hanya tampil di Divisi Utama, satu strip di bawah kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang sempat dirajai Arema pada musim 2009-2010.
Rencananya, sekitar 500 hingga seribuan Ultras Mania bakal ngluruk ke Kepanjen. “Kita terus berkoordinasi. Kalau jatah panpel umumnya 300 sampai 500, tapi bisa jadi lebih dari itu. Aremania siap menyambut Ultrasmania. Terakhir mereka datang ke Malang saat Arema masih bermain di Stadion Gajayana. Ini akan menjadi pertemuan pertama di Stadion Kanjuruhan,” ungkap Aremania Korwil Stasiun, Ponidi alias Tembel.
Pihak Ultrasmania sendiri menyatakan moment ini sekaligus sebagai bentuk ucapan khusus kepada Arema yang akan merayakan hari jadi ke-25 nya tahun ini. Tentunya kedatangan kelompok suporter yang identik dengan warna kuning tersebut bakal terasa istimewa.
“Istilahnya nostalgia setelah lama tidak bertemu lagi di Malang. Kebetulan mereka juga ingin memberi kesan buat Arema yang akan merayakan ulang tahun ke-25 bulan Agustus nanti,” lanjut Tembel kepada Malang Post.
Pihak Panpel Arema sendiri menyatakan kesiapannya memberi kuota buat Ultrasmania yang akan datang langsung ke Stadion Kanjuruhan untuk mendukung tim pujaannya. Panpel juga akan melakukan sosialisasi kepada suporter lawan untuk menjaga ketertiban di stadion maupun di perjalanan.
“Kita juga koordinasi dengan Ultrasmania dalam hal sosialisasi peringatan keras yang diberikan pihak kepolisian kemarin. Kami yakin sama halnya dengan Aremania, mereka bisa mengerti dan turut menjaga ketertiban,” ujar manajer media officer Arema, Sudarmaji. (tom/bua) Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Siap Habis-habisan

MALANG- Bakal absennya Alfarizi saat Arema menjamu Persegres Gresik United di Stadion Kanjuruhan besok malam jelas menjadi kerugian buat klub berlogo kepala singa. Namun tentunya, tak bisa dimainkannya penggawa berusia 22 tahun itu bakal menjadi berkah bagi para pemain yang selama ini menjadi pelapis di sektor bek kiri. Salah satunya adalah Nurul Mauludi.
Pemain asal Jember itu berkesempatan mengkapling satu tempat reguler di starting line up Singo Edan saat meladeni Laskar Joko Samudro (julukan Persegres). Selama ini Nurul memang lebih sering dibangkucadangkan karena tim pelatih mempercayakan pos bek kiri dihuni Alfarizi yang secara usia masih lebih muda dibanding Nurul.
Selain itu, pemilik nomor punggung 29 itu juga harus bersaing ketat dengan pemain lain seperti Sutikno dan Steven Heskerh. Dua rekan setimnya itu kebetulan juga sama-sama kapabel dimainkan sebagai bek kiri. Belum lagi bila pelatih lebih sreg menggeser Khusnul Yuli dari bek kanan menjadi bek kiri untuk menggantikan peran Alfarizi.
Namun Nurul tak pernah patah arang. Dalam setiap kesempatan latihan, pemain kelahiran 20 November 1985 itu selalu menunjukkan usaha kerasnya. Meski sepanjang putaran kedua ini dirinya bahkan jarang sekali masuk daftar line up dan belum sekalipun dimainkan, mantan kapten Persekam Metro FC ini optimis akan ada kesempatan baginya.
Pemain berusia 26 tahun itu yakin, pelatih memilih pemain yang masuk line up berdasar kebutuhan strategi di lapangan. “Persaingan di tim itu wajar. Semuanya bersaing fair, apalagi memang saat ini tim punya banyak pilihan di tiap-tiap posisi. Soal main atau tidak, semua keputusan pelatih. Yang penting saya harus tetap bekerja keras,” seru Nurul mantap.
Bisa dibilang, bentrok kontra Persegres kali ini menjadi kesempatan bagus bagi mantan pilar Persid Jember tersebut. Pasalnya, Arema tinggal menyisakan dua pertandingan lagi sebelum Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 berakhir. Apalagi saat lawan Persela Lamongan di laga terakhir, Alfarizi dipastikan sudah bisa tampil. “Tekad main jelas ada. Siapa pemain yang tidak mau masuk line up. Namun lagi-lagi, semua bergantung pelatih. Bila diturunkan, saya siap habis-habisan buat tim,” tandasnya. (tom/bua) Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Menanti Izin Derby Jatim

MALANG- Meski hingga sore kemarin belum juga mengantongi izin keamanan dari kepolisian sebagai salah satu syarat untuk menggelar pertandingan home, Panpel Arema tampak tetap optimis. Kubu Singo Edan yakin pihak kepolisian akan sangat memahami situasi dan menerima jaminan dari panpel bahwa derby Jatim kontra Persegres Gresik United di Stadion Kanjuruhan besok malam akan berlangsung tertib.
Harapannya, paling tidak hari ini pihak kepolisian sudah menurunkan izin untuk partai kandang terakhir Arema di Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 tersebut. “Mohon doanya. Kami serahkan surat pernyataan dan mohon agar semua berkomitmen untuk tertib berlalu lintas. Semoga ini menjadi kado untuk laga terakhir Arema dan kado menyambut HUT Bhayangkara dari Aremania. Mari kita birukan Kanjuruhan namun tetap tertib di jalan,” terang manajer media officer Arema, Sudarmaji kepada Malang Post.
Pihak Panpel Arema sendiri kemarin sudah melayangkan surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani Ketua Panpel Abdul Haris. Intinya, panpel akan berupaya keras membantu tugas kepolisan dalam menciptakan kondisi tertib berlalu lintas, utamanya dalam menertibkan penggunaan tongkat bendera atau benda yang berpotensi mengganggu kemanan masyarakat. Bersamaan surat tersebut juga ada pernyataan sikap dari perwakilan 30 korwil Aremania se-Malang Raya yang senada dengan panpel.
Tak kunjung turunnya izin keamanan dari pihak kepolisin merupaka imbas aksi tak simpatik yang dilakukan oknum-oknum suporter yang tidak bertanggung jawab usai laga Arema kontra Persiba Balikpapan, 24 Juni lalu. Mereka mengganggu bahkan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya karena mengayun-ayunkan tongkat yang seharusnya hanya digunakan di dalam stadion. Ulah tersebut memancing reaksi keras dari jajaran Polda Jatim.
Namun sebagai bentuk optimisme laga bisa tetap digelar sesuai rencana, pihak Panpel Arema sudah berancang-ancang menambah kuota penonton. Bila normalnya Stadion Kanjuruhan berkapasitas 32 ribu penonton, panpel bersiap membuat daya tampung stadion di pusat Kepanjen itu menjadi lebih besar yaitu 36  ribu.
Panpel menyadari sebagai laga kandang terakhir musim ini, derby Jatim Singo Edan kontra Laskar Joko Samudro (julukan Persegres) besok malam berpotensi menyedot penonton dalam jumlah besar melebihi rekor penonton home sepanjang musim ini. “Panpel akan tambah kuota setidaknya menjadi 36 ribu. Semata demi memenuhi tingginya animo penonton,” beber Darmaji.
Pasalnya, pertandingan besok tidak hanya dibanjiri Aremania dan Aremanita serta penikmat bola Malang Raya saja. Panpel memperoleh informasi bila suporter lawan yaitu Ultras Mania bersiap ngluruk ke Stadion Kanjuruhan. “Kita siap tampung 300 Ultras Mania. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa sampai 500 atau lebih,” lanjut pria asal Banyuwangi ini.
Mengakali hal ini, panpel rencananya akan membuat barikade besi di sisi utara dan selatan stadion yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai tribun berdiri. “Jadi tidak masuk sentleban. Tapi di bawah tribun dan penonton berdiri. Kita buat pembatas agar tidak masuk lapangan namun tetap bisa menyaksikan pertandingan,” urai Darmaji. (tom/bua) Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Fokus Tiga Point

Pemain Anggap Persoalan Gaji Sudah Clear
MALANG- Pasca digoyang ancaman mogok latihan Selasa (26/6) lalu, tak butuh lama bagi skuadra Singo Edan untuk mengembalikan situasi menjadi kondusif. Seperti terlihat dalam sesi latihan di Lapangan Family Club Araya pagi kemarin, Alain N’Kong dkk tampak antusias melahap seluruh porsi latihan yang dipimpin head coach Suharno dengan dibantu trio asisten pelatih, Joko Susilo, Kuncoro dan Khoiful Ajid serta pelatih kiper Dwi Sasmianto.
Latihan dimulai tepat waktu, berjalan normal dan tak jarang diselingi joke-joke segar seperti biasa. Tak sedikitpun terlihat bahwa sehari sebelumnya, M Ridhuan dkk nyaris mogok latihan karena alasan keterlambatan gaji.
Para pemain tampaknya sadar akan tanggungjawab mereka karena kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 tinggal menyisakan dua laga terakhir dan Arema butuh poin maksimal.
Tepatnya pada dua pertandingan pamungkas yang sama-sama bertitel derby Jatim tersebut, yaitu menghadapi Persegres Gresik United (30/6) dan Persela Lamongan (11/7). Sabtu (30/6) lusa, Singo Edan bakal menjamu Laskar Joko Samudro (julukan Persegres) di Stadion Kanjuruhan.
“Menurut saya semuanya sudah clear. Kami pemain profesional dan tahu apa yang harus dilakukan saat menghadapi situasi seperti ini. Kami sadar bahwa tim akan menghadapi pertandingan penting. Wajib ambil poin penuh di pertandingan kandang terakhir,” ujar kapten Arema, Herman Dzumafo kepada Malang Post.
Terkait problem gaji yang kabarnya baru dibayarkan 25 persen dari kewajiban bulan Mei agaknya juga sudah dikomunikasikan dengan baik oleh manajemen. “Manajemen sudah memahami dan mengkomunikasikan hal tersebut sejak awal. Mungkin karena memang pemain tidak sabar saja. Sekarang semuanya sudah tidak ada masalah,” tandas legiun impor asal Kamerun itu kemarin.
Dzumafo juga menuturkan bahwa timnya harus benar-benar mematangkan persiapan jelang derby Jatim akhir pekan ini. Pasalnya Persegres tidak boleh diremehkan sekalipun belum pernah menang di enam laga beruntun.
“Persegres sekarang walaupun sering kalah, tapi sebenarnya tim kuat. Mereka berpotensi bagus. Tapi kita tidak pikirkan kekuatan atau kelemahan mereka. Lebih baik fokus ke tim sendiri. Kita saling tekankan diri sendiri bahwa tetap perlu kerja keras menghadapi Persegres,” seru bomber yang sudah menyumbang enam gol buat klub berlogo kepala singa itu.
Tekad kuat ini disambut positif oleh tim pelatih yang dikomandani head coach Suharno. Menurut der trainer berlisensi A AFC itu, suasana kondusif menjadi modal penting timnya untuk memetik kemenangan di laga home terakhir musim ini. “Walaupun kemarin sempat ada trouble, tapi bisa diatasi manajemen dan seluruh pemain bisa memahami pentingnya latihan jelang menghadapi Persegres,” urainya dengan nada antusias. (tom/bua) Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Aremania Minta Transparansi Manajemen

MALANG- Nyaris mogoknya para penggawa Singo Edan untuk mengikuti latihan di Lapangan Paskhas Abdulrahman Saleh, Selasa (26/6) lalu tak luput dari sorotan Aremania. Rata-rata menyayangkan aksi yang dipicu ketidakpuasan pemain menyikapi keterlambatan pembayaran gaji tersebut.
Pasalnya, Arema tinggal menyisakan dua laga terakhir di Indonesia Super League (ISL) musim ini. Akan sangat riskan bila ancaman mogok ini justru berdampak negatif bagi persiapan tim jelang menjamu Persegres Gresik United di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (30/6) lusa. Bila tergelincir di dua pertandingan terakhir, bukan tidak mungkin klub berlogo kepala singa kembali terpuruk di zona merah.
Pendapat pun disuarakan kelompok suporter. Salah satunya adalah Aremania Korwil Stasiun, Ponidi. Pria yang akrab dipanggil Tembel itu menyebut pentingnya keterbukaan diantara semua pihak. “Sebagai Aremania, tentu bukan hak kami untuk mencampuri masalah internal tim. Namun bila memang masalah ini bermula dari problem keterlambatan gaji, hendaknya manajemen bisa memenuhi kewajibannya,” jelasnya.
“Kalaupun ada masalah, bisa dikomunikasikan sebaik mungkin dengan pemain. Jangan sampai manajemen alergi dikritik. Toh dulu sejak pertemuan awal di Pendopo Kabupaten sepakat akan adanya transparansi,” sambung Tembel kepada Malang Post kemarin.
Tembel juga berharap, pemain jangan sampai terprovokasi ulah oknum yang tidak senang melihat suasana kondusif Singo Edan. Akibatnya, muncul pergolakan seperti ini. “Pemain sudah beri yang terbaik sehingga posisi tim sekarang jauh lebih baik walaupun sudah tidak mungkin juara. Tapi, pemain jangan sampai terprovokasi hingga akhirnya melakukan aksi yang justru merugikan tim,” pintanya.
Intinya, diperlukan kesinambungan antara awak tim, manajemen dan suporter. “Suporter sudah semaksimal mungkin dalam mendukung tim. Tidak peduli waktu dan tidak masalah harga tiket naik demi menyaksikan langsung di Stadion Kanjuruhan. Yang terpenting saat ini semua pihak saling support agar semuanya bisa berjalan baik sampai kompetisi berakhir,” pungkas pria asal Sumpil itu.
Senada dengan Tembel, saran juga dilontarkan Aremania Korwil Dinoyo, Iin. Pria berambut gondrong ini berharap antara manajemen dan awak tim utamanya pemain bisa bekerjasama dengan baik sehingga tidak meresahkan Aremania yang selama ini tak kenal lelah mendukung tim kecintaannya.
“Aremania selama ini sudah maksimal mendukung tim. Tapi tetap saja, kami tidak bisa mencampuri persoalan manajemen dan pemain terlalu dalam. Sayang sekali kalau pertandingan tinggal dua tapi sampai ada masalah yang mengganggu persiapan,” tuturnya.
Iin berharap, bila problem ini berpangkal dari masalah telatnya pembayaran gaji hendaknya manajemen bisa bekerja lebih giat untuk memenuhi kewajibannya. Apalagi setelah manajemen sudah memiliki divisi bisnis. “Seharusnya manajemen bekerja lebih giat, utamanya divisi bisnis yang mencari pemasukan buat klub. Kita memang tidak tahu bagaimana kinerjanya, tapi saya rasa tidak akan kekurangan bila manajemen bekerja maksimal,” timpalnya kepada Malang Post. (tom/bua) Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Genggam Kekuatan Lawan

MALANG- Usai mengamati permainan Persegres Gresik United kala bentrok kontra Persela Lamongan lewat siaran langsung, Senin (25/6) lalu, head coach Arema, Suharno langsung mempelajari kekuatan calon lawannya tersebut. Kelebihan dan kelemahan tim asal Kota Pudak (sebutan Gresik) tak luput dari perhatian pelatih yang mengawali kariernya sebagai bek kanan Perkesa 78 itu.
Menurut entrenador yang namanya mulai berkibar saat menukangi Gelora Dewata di era Galatama tersebut, ada dua sektor yang menjadi andalan skuad asuhan Djoko Susilo. “Mereka andalkan pergerakan dua sayapnya yang cepat yaitu Marwan Sayedeh dan Rahmat Rivai dengan tumpuan seorang Gaston Castano sebagai target man,” papar Suharno usai memimpin latihan timnya di Lapangan Family Club Araya pagi kemarin.
Bila tak mau kecolongan, Munhar dkk tak boleh membiarkan tiga penggawa Laskar Joko Samudro (julukan Persegres) itu bergerak bebas di area pertahanan Singo Edan. “Anak-anak harus bisa matikan gerak si Poci (panggilan Rahmat Rivai) dan Marwan serta tidak boleh membiarkan Gaston bergerak bebas. Hal ini sudah saya tekankan kepada semua pemain,” tandas tactician berlisensi A AFC ini.
Bukan tanpa alasan bila Marwan Sayedeh menjadi salah satu sorot kewaspadaan kubu Singo Edan jelang derby Jatim di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (30/6) lusa. Pasalnya, legiun impor asal Suriah itu merupakan salah satu pencetak gol kemenangan Persegres saat menjamu Arema di putaran pertama lalu. Laga yang berlangsung di Stadion Tri Dharma Gresik itu dimenangkan tuan rumah dengan skor akhir 2-0.
Begitu mencetak gol pembuka di menit ke-15, pemilik nomor punggung 33 itu tampak emosional merayakan golnya. Maklum saja, luapan histeris mantan penggawa Pelita Jaya FC itu dilatarbelakangi rasa sakit hatinya karena ‘disia-siakan’ klub berlogo kepala singa. Di awal kompetisi musim ini, Marwan sudah hampir berkostum Singo Edan namun mendadak namanya dicoret begitu Wolfgang Pikal masuk sebagai head coach Arema dan akhirnya lebih memilik Rodrigo Santoni.
Suharno juga tak bosan-bosan menekankan kepada para pemainnya untuk tidak memandang remeh Persegres, sekalipun Laskar Joko Samudro semakin terpuruk karena belum pernah menang dalam enam laga beruntun. Apalagi Arema juga harus memastikan poin absolut di laga kandang terakhirnnya Sabtu nanti bila ingin memastikan tiket bertahan di pentas Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Mantan pelatih PSS Sleman itu meminta Seme Patrick dkk tetap bekerja keras meski tampil di hadapan publik pendukungnya sendiri. “Finishing harus tetap ditingkatkan, lini belakang harus disiplin dan penting juga anak-anak untuk kontrol emosi. Kita berharap di home terakhir Aremania bisa memenuhi stadion. Untuk itu tim juga harus maksimal memberikan yang terbaik buat suporter,” pungkasnya diimbuhi kata khas ‘once’ di akhir perbincangan. (tom/bua)  
Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Hall Way The Raid, Game Dari Film The Raid


hallway raid3 e1334131031457 Hallway Raid, Game yang Terinspirasi Film The Raid

The Raid atau Serbuan Maut, film aksi fenomenal karya anak bangsa ini telah di putar di berbagai belahan dunia dan meraih kesuksesan yang cukup membanggakan. Bagi yang penggemar film aksi dan telah menyaksikan film ini mungkin sudah tidak sabar untuk menantikan sekuel dari The Raid yang diperkirakan akan tayang tahun depan. Tetapi bagi yang ingin ikut merasakan aksi dari film ini mungkin bisa mencoba game Hallway Raid buatan Digital Happiness asal Bandung.
Game ini terinspirasi dari pertarungan di lorong apartemen saat Rama (Iko Uwais) dan Bowo (Tegar Satrya) di serbu oleh kelompok penjahat. Pertarungan sengit tangan kosong dan berbagai senjata tajam ini merupakan salah satu daya tarik dari film The Raid. Di dalam game-nya, kita membantu Rama dan Bowo menghadapi serbuan penjahat dengan cara mengklik bulatan-bulatan putih yang menandakan tempat Rama akan melakukan serangannya. Dengan berjalannya waktu permainan, bulatan ini akan semakin cepat menghilang sehingga kita di tuntut untuk semakin gesit dan berkonsentrasi.

gameplay 300x182 Hallway Raid, Game yang Terinspirasi Film The Raid

Aksi dalam game ini mungkin tidak bisa merepresentasikan aksi cepat dan brutal dalam filmnya tetapi dengan adanya game buatan fans ini bisa membuat kita terhibur dan munkin ingin menonton filmnya – bagi yang belum. Kelemahan dalam game ini adalah tidak adanya efek tumpahan darah seperti dalam filmnya sehingga aksinya kurang terasa. Selain itu letak bulatan putih yang tidak pernah berubah membuat game ini menjadi membosankan apabila kita telah menyelesaikannya berkali-kali. Tetapi tingkat kesulitannya yang cukup tinggi dan juga adanya Cinematic Mode bisa membuat kita cukup terhibur dalam memainkan game buatan Digital Happiness ini.



Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Singo Edan Rawan Kebobolan

MALANG- Kebobolan 47 gol dari 31 pertandingan jelas menjadi catatan memprihatinkan Arema sepanjang musim ini. Jumlah kemasukan sebanyak itu saat kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan lagi tentu saja menjadi cela bagi klub dengan reputasi mentereng di pentas sepakbola nasional. Meski masih berkutat di papan bawah klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, bagaimanapun klub berlogo kepala singa adalah penyandang gelar kampiun ISL 2009-2010.
Performa Singo Edan memang mulai menanjak sejak memasuki putaran kedua kompetisi, namun tetap saja lini pertahanan Arema masih bisa dibongkar lawan sekalipun tampil di kandang sendiri. Jumlah kemasukan sebanyak itu akhirnya menempatkan Arema sebagai tim ketujuh dengan jumlah kebobolan terbanyak sejauh ini.
Tim dengan pertahanan terapuh adalah Persegres Gresik United dengan kemasukan 61 kali, diikuti PSAP Sigli (58), Persiram Raja Ampat (57), Persidafon Dafonsoro (54), PSMS Medan (52) lantas PSPS Pekanbaru (50).
Jumlah kebobolan Arema sebenarnya sama dengan Persiba Balikpapan, tim yang akan mereka hadapi di Stadion Kanjuruhan Minggu (24/6) mendatang. Namun skuad berjuluk Beruang Madu memiliki catatan produktivitas lebih baik dibanding Singo Edan, yaitu memasukkan 54 gol dan kemasukan 47 kali. Alias surplus tujuh gol, sedangkan Arema minus enam (41-47).
Nyatanya, selama ini gol yang bersarang di gawang Arema tak selalu lahir lewat proses skematis. Tercatat tujuh gol lawan dihasilkan lewat eksekusi penalti. Hal ini mengisyaratkan cukup seringnya defender Singo Edan melakukan pelanggaran di petak terlarang. Menariknya, dari enam pertandingan yang diwarnai tendangan penalti kubu lawan, empat diantaranya berakhir kekalahan bagi klub berlogo kepala singa.
Petaka penalti pertama menimpa Arema saat bertandang ke markas Persidafon Dafonsoro, 13 Januari silam. Marcello Cirelli sukses menjadi penentu kemenangan 2-1 tuan rumah berkat penaltinya pada menit ke-78. Kemudian saat menantang tuan rumah Mitra Kukar Tenggarong di Stadion Aji Imbut (5/2), Arema kembali dihukum penalti yang sukses dimanfaatkan dengan sempurna oleh Nemanja Obric pada menit ke-13. Beruntung di pertandingan tersebut Singo Edan bisa menahan imbang Laskar Naga Mekes (julukan Mitra Kukar) dengan skor 2-2.
Hadiah tendangan 12 pas kembali ‘mengalahkan’ Arema saat bermain di markas Persib Bandung (15/3) dan Persipura Jayapura (17/4). Gol pembuka si Maung (julukan Persib) lahir lewat eksekusi penalty Mlijan Radovic di menit ke-19 sebelum akhirnya Jajang Sukmara menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0 hingga bubaran.
Yang paling menyakitkan tentu saja kekalahan 1-2 Arema atas Tim Mutiara Hitam (julukan Persipura). Sebiji gol Alain N’Kong seolah tak berarti apa-apa setelah tuan rumah mendapat dua kali penalti yang keduanya sukses dimanfaatkan dengan baik oleh Alberto ‘Beto’ Goncalvez yang bertindak sebagai algojo.
Drama penalti kembali berlanjut saat Dendi Santoso dkk menjamu Deltras Sidoarjo, 12 Juni lalu. Beruntung gol Budi Sudarsono tak membuat The Lobster (julukan Deltras) terhindar dari kekalahan 1-3 di kandang singa. Yang masih diingat tentu saja gol penalti Keith ‘Kayamba’ Gumbs pada menit ke-68 saat Arema menantang tuan rumah Sriwijaya FC (16/6). Gol itulah yang memupus asa klub berlogo kepala singa untuk membawa pulang poin dari Palembang sekaligus menghentikan rekor tak terkalahkan Singo Edan sejak ditukangi Suharno.
Rupanya detail ini disadari betul oleh Suharno yang mulai menjadi head coach Singo Edan per 10 Mei 2012. Pelatih berlisensi A AFC ini pun mengaku sudah mengingatkan anak asuhnya untuk meminimalisir pelanggaran di kotak berbahaya. “Saya selalu ingatkan kepada anak-anak untuk lebih disiplin dan minimalkan pelanggaran di kotak penalti. Selama saya latih, sudah dua kali Arema kena penalti,” ungkapnya kepada Malang Post.
Namun ketika disinggung evaluasi terhadap pemain belakang hingga penjaga gawang, pelatih yang sebelumnya sempat membantu persiapan timnas senior jelang Turnamen Al Nakbah Palestina itu tak mau menyalahkan individu seperti Seme Patrick, Munhar ataupun Achmad Kurniawan yang selama ini sering menjadi biang penalti. “Ini bukan semata kesalahan per individu. Tentu akan terus menjadi bahan evaluasi untuk diperbaiki sebelum pertandingan berikutnya,” tegas Suharno. (tom/bua) Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: 

Fisik Prima, Modal Lawan Persiba

MALANG- Modal berharga dikantongi Arema sebelum melakoni laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 menjamu Persiba Balikpapan, Minggu (24/6) mendatang. Sekalipun terus digempur jadwal padat sepanjang putaran kedua musim ini, nyatanya kondisi fisik para penggawa Singo Edan dinilai cukup prima untuk menghadapi pertandingan akhir pekan nanti.
Head coach Arema, Suharno bahkan tak segan memuji Sunarto dkk yang dianggap terus menunjukkan progress positif terkait kondisi kebugaran mereka selama ini. “Kebugaran anak-anak bagus. Artinya kondisi fisik mereka terjaga. Ini menjadi modal bagus untuk menghadapi Persiba,” ungkap pelatih berlisensi A AFC itu kemarin.
Pujian tersebut dilontarkan pelatih kelahiran Klaten tersebut usai memimpin latihan timnya di wana wisata Kebun Raya Purwodadi pagi kemarin. Dalam latihan berdurasi kurang lebih dua jam tersebut, program fisik menjadi menu utama yang wajib dilahap Khusnul Yuli dkk. Usai melakukan pemanasan dengan jogging dan stretching, lantas kemudian para pemain melakoni variasi latihan kecepatan.
Materi speed memang menjadi perhatian utama Suharno bagi anak asuhnya sebelum kembali bertanding Minggu nanti. Bagaimanapun, faktor kecepatan menjadi syarat mutlak untuk memaksimalkan permainan. “Hari ini (kemarin, Red) kita latihan fisik khusus speed. Materi latihan variasi dikombinasikan untuk meningkatkan kecepatan anak-anak,” terang der trainer yang sebelumnya sempat mengarsiteki Arema di era Ligina III tersebut.
Dua pemain masih absen dalam latihan pagi itu. Meliputi gelandang Hendro Siswanto dan winger asal Singapura, M Ridhuan. Kebetulan keduanya sama-sama terkendala problem kebugaran. Bila Hendro mengalami demam akibat flu, Ridhuan justru bermasalah dengan sakit gigi.
Sedangkan empat pemain lain yang sebelumnya absen latihan hari Selasa (19/6) sudah bergabung dengan rekan-rekannya yang lain. Mulai dari duo kiper kakak beradik, yaitu Achmad Kurniawan dan Kurnia Meiga yang terlambat gabung karena pesawatnya delay hingga duo Kamerun yaitu Alain N’Kong sudah kembali dari Singapura, begitupula kapten tim, Herman Dzumafo yang kondisi engkelnya sudah mulai membaik pasca cedera ringan.
Begitu kembali berlatih, keempat pemain ini langsung ketiban ‘rejeki’ dari coach Suharno. Saat rekan-rekannya yang lain sudah boleh menuntaskan latihan, mereka justru mendapat porsi latihan lebih. “Yang kemarin absen sudah dapat ‘rejeki’. Itu konsekuensi karena terlambat gabung latihan, apapun alasannya,” pungkas Suharno kepada Malang Post. (tom/bua)
Semoga bermanfaat
Follow twitter saya ya (https://twitter.com/#!/mbokvanbergas), ntar saya follow back
kenyit


 
Reaksi: