sm#sh


Bagaimana aksi sule,parto,andre,nunung,azis,opi kumis dan adul pasti mengocok perut anda hahaha.....!!!!
 
Reaksi: 

Alfred Riedl

Nama Lengkap : Alfred Riedl
Tempat Lahir : Vienna
Tanggal Lahir : 2 November 1949
Kebangsaan : Austria
Posisi : Manajer
Bermain di Klub : Timnas Indonesia
Alfred Riedl lahir 2 November 1949 di Wina, Ibu kota Austria. Riedl merupakan mantan striker timnas Austria kala aktif bermain. Terakhir, di bulan Maret 2010, dia dikontrak sebagai pelatih sepak bola timnas Indonesia senior dan timnas u-23/
Karir Pemain.
Riedl pertama kali bermain sebagai profesional pada usia 22 tahun. Pertama, dia membela klub Belgia Sint-Truiden. Setelah ia bermain 8 musim di Liga Jupiler Belgia, (2 tahun dengan Sint-Truiden, 2 tahun dengan Royal Antwerp dan 4 tahun dengan Standard Liège), Riedl sempat menikmati kebersamaan singkat di FC Metz di Perancis.

Satu musim di Prancis, Riedl, yang beroperasi sebagai penyerang ini, kembali ke Austria. Dia bermain untuk Grazer AK, dan kemudian di Wiener Sportclub dan VfB Admira Wacker Mödling. Prestasi tertinggi Riedl selama merumput adalah dua kali menjadi top skorer Liga Belgia.

Riedl juga pernah memperkuat timnas Austria. Dia sempat empat kali mengenakan kostum timnas. Debutnya terjadi April 1975 melawan Hungaria.

Karir Pelatih

Sebagai manajer, Riedl sempat melatih Olympique Khouribga (Maroko, 1993-94), Al-Zamalek (Mesir, 1994-95), Al Salmiya (Kuwait, 2001-03), dan banyak tim nasional, termasuk Austria (1990-92) , Liechtenstein (1997-98), Palestina (2004-05), Vietnam (1998-2001, 2003-04, 2005-2007), dan Laos.

Dalam Piala Asia AFC 2007, ia membawa Vietnam menang 2-0 atas UEA dan membantu tim untuk sampai ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sayangnya, pada akhir tahun 2007, setelah tim tampil mengecewakan di ajang SEA Games 2007 kompetisi, ia dipecat dan digantikan oleh pelatih Portugis Henrique Calisto.

Pada Oktober 2008, ia kembali ke Vietnam untuk melatih Xi Hai Phong Mang klub sepak bola FC. Namun setelah hanya 3 pertandingan dengan kinerja yang buruk, ia dipecat. 09 Juli 2009, Riedl menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala Laos, kontrak berjalan dua tahun.

Terakhir, di awal Maret, Riedl ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia. Dia menggantikan Benny Dollo yang mendapat banyak kecaman suporter. Target pertama Riedl adalah membawa timnas berprestasi di turnamen HUT PSSI.
 
Reaksi: 

Noh Alam Sah

Noh Alam Sah

AremaArema
Noh Alam Sah
Nama Lengkap: Noh Alam Sah
Nama Panggilan:Along
Tanggal Lahir:3 Sep 1980 (Usia 30)
Tempat Lahir:Singapura
Negara:Singapura
Tinggi Badan:178 cm.
Berat Badan:75 Kg.
Peranan:Striker
Nomor Punggung: 12
 
Reaksi: 

Joke Sore

Tole baru masuk SD kelas 1, hari pertama dia sdh protes sama ibu guru.. "Bu.. sy seharusnya duduk di kelas 3.."
Bu guru nya heran.. "Kenapa kamu yakin begitu..?"
Tole menjawab dg mantap.."Soalnya saya lebih pintar dr kakak saya yg sekarang kelas 3.."
Akhirnya bu guru membawa Tole ke ruang KepSek..Setelah diceritakan oleh bu guru, pak KepSek mencoba menguji Tole lsg dg berbagai materi pelajaran murid kelas 3 SD..
+Kepsek: Berapa 16 dikali 26?
-Tole: 416
+Kepsek: Perang Diponegoro ber lsg tahun berapa?
-Tole: 1825-1830
+Kepsek: Siapa penemu lampu bohlam?
-Tole: Thomas Alfa Edison
+Kepsek: Hewan yg memakan daging dan tumbuhan termasuk golongan apa?
-Tole: omnivora
Setelah beberapa pertanyaan, pak Kepsek bilang ke ibu guru"Kelihatan nya Tole memang cerdas, saya rasa bisa masuk dikelas 3.."
Tapi ibu guru masih blm yakin "coba sy tes lg pak kepsek.." kata bu guru.
+Ibu guru: Benda apakah yg huruf pertamanya K.. huruf terakhirnya L.. yg bisa menjadi tegang, bisa lemas.? (mendengar pertanyaan bu guru pak Kepsek melongo kaget..)
-Tole: Ketapel..
+Ibu guru: OK, sekarang apakah yg huruf pertamanya M.. huruf terakhir K.. ditengah benda itu ada kacang nya?.. (pak kepsek makin melongo.. sambil melap keringat di jidatnya..)
-Tole: Martabak..
+Ibu guru: OK, berikut..Kegiatan apa kah yg biasa dilakukan anak remaja dikamar mandi dg gerakan yg ber ulang2.., huruf pertamanya M, huruf terakhir I..?(pak kepsek makin salah tingkah denger pertanyaan bu guru)
-Tole: Menggosok Gigi..
+Ibu guru: Kegiatan apakah yg biasa dilakukan pria dan wanita yg lg pacaran dimalam hari, huruf pertamanya N, huruf terakhir T.. (pak kepsek nyaris pingsan denger pertanyaan terakhir..)
-Tole: Nonton Midnight..
Sebelum bu guru melanjutkan perta nyaan, pak kepsek memotong... "ibu guru.. Tole masukin ke universitas aja... sy aja dr td salah terus jawabnya
 
Reaksi: 

Jangan Pergi

Tak bisa ku terima
Kau tinggalkanku
Saat ku butuh kamu

Apa tak kau rasakan
Betapa hancur
Hidupku tanpa kamu

#
Aku terlanjur..
Terlalu..
Bergantung padamu

Reff:
Jangan pergi
Jangan pergi
Jangan kau pergi
Ku tak ingin sendiri
Ku tak sanggup
Ku tak sanggup
Sungguh tak sanggup
Hidup tanpa cintamu

Kau yang buatku tegar
'Tuk terus bertahan
Jalani hidup ini

Back to #, Reff

Ku tak sanggup
Ku tak sanggup
Sungguh tak sanggup
Hidup tanpa cintamu
 
Reaksi: 

Dia Atau Aku

Ini waktunya untuk memilih
Dia atau aku yang kan kau pilih
Meski perjuanganku tak sehebat dia
Tak semahal dia tak sekeras dia

Tuhan tolong aku
'Tuk yakinkan hatinya
Buat dia memilihku
Jadi cinta sejatinya
Ku akui ku terlahir
Tak seperti dia
Tapi ku punya cinta
Yang mampu sejukkan hatinya

Ku takkan pernah beri kata puitis
Karena ku bukanlah orang yang romantis
Ku takkan bisa seperti dia
Ku takkan bisa seperti dia
Ku takkan bisa seperti dia…
 
Reaksi: 

Ayam Ngohiong Ala Fifi Trisjantie

MEMASAK menjadi salah satu hobi Center Director Malang Town Square (Matos), Fifi Trisjantie. Baginya, keterampilan tersebut wajib dimiliki oleh setiap wanita. Bahkan ketika kesibukan di luar rumah sangat padat, aktivitas dapur pantang untuk ditinggalkan.
Hobi memasak memberikan efek domino. Fifi pun akhirnya menjadi senang menjelajah pasar, baik yang tradisional hingga modern untuk berburu bahan masakan. Sebagai penyuka makanan segar, wanita berkulit putih ini sangat senang saat bertandang ke pasar, apalagi ketika melihat ikan segar yang masih melompat-lompat.
“Belanja bahan makanan paling baik ya saat masih pagi. Banyak bahan yang masih segar. Biasanya kalau di pasar lihat ikan masih lompat-lompat begitu saya paling senang,” terangnya saat berbicang dengan Malang Post.
Tak hanya berbelanja untuk bahan makanan di rumah, namun hobi menjelajah pasar juga dilakukan saat ada even di mallnya. Kala itu, Matos hendak menggelar peringatan Natal dan tahun baru. “Saya ikut belanja tanaman ke pasar Batu untuk membuat ornamen pohon Natal. Senang rasanya,” ucapnya bersemangat.
Sayangnya aktifitas ini tak banyak dilakukan saat Fifi semakin sibuk dengan tugasnya sebagai Center Director. Kini belanja ke pasar banyak dilakukan oleh pembantunya, ia cukup memberikan daftar bahan makanan yang hendak diolahnya. “Pembantu yang belanja. Kalau saya tinggal memasak,” ucap dia.
Biasanya, kegiatan memasak dilakukan Fifi saat pagi hari. Tak hanya menyiapkan menu sarapan untuk keluarga, namun ia juga memasak untuk pembantu-pembantunya. Hal ini dilakukan Fifi karena saat ini suami berada di Sulawesi sedangkan anaknya lebih banyak berdomisili di Jakarta.
“Sekarang ya masak untuk keponakan, pembantu juga. Jadi bisa dikatakan saya memasak untuk pembantu saya,” ujar dia sembari tersenyum.
Fifi mengaku tak keberatan ketika ia harus memasak untuk orang selain keluarganya. Selain pembantu, Fifi juga kerap kali membawa makanan untuk disantap bersama anak buahnya di kantor.
“Kepuasan terbesar adalah ketika masakan kita disantap habis. Bahkan ketika nggak kebagian pun nggak masalah. Kalau ludes, besok bisa masak menu yang sama lagi, pokoknya sampai puas,” ceritanya.
Karena baginya memasak adalah keterampilan yang wajib dimiliki oleh setiap wanita, maka ia tak setuju ketika ada wanita terutama para istri yang mengaku tak bisa memasak. Menurutnya itu adalah dalih untuk menutupi kemalasan.
“Memasak itu bisa dilatih. Kalau ada yang bilang nggak bisa masak, itu karena malas saja,” ujar dia.
Kali ini, Malang Post beruntung mendapat kesempatan untuk mencicipi kreasi Fifi. Menu yang dipilihnya adalah orak arik jangkang dan ayam ngohiong. Menu ini dipilihnya karena mudah dan cepat dalam penyajiannya.
“Yang penting masakan enak, dan bisa dimasak cepat karena ada pekerjaan lain yang menunggu,” ucapnya. (fia/han)

Orak Arik Jangkang

Jangkang         250 gram
Cabe merah        5 buah / sesuai selera
Bawang merah    3 siung
Bawang putih        3 siung
Telur ayam        2 butir
Pete            10 butir
Garam            secukupnya
Gula            secukupnya
Penyedap rasa        secukupnya
Mentega         3 sendok makan

Cara membuat:
-    Tumis jangkang setengah matang untuk mengurangi kadar airnya.
-    Potong tipis bawang merah, bawang putih, dan cabe merah
-    Tumis bumbu-bumbu hingga harum
-    Masukkan jangkang ke dalam tumisan bumbu yang telah matang dan harum
-    Tambahkan garam dan gula sesuai selera
-    Kocok lepas telur
-    Masukkan telur perlahan kedalam tumisan jangkang sambil di aduk
-    Setelah matang, angkat, sajikan
 
Reaksi: 

Menu Cinta Ala Sahid Montana

Perayaan Valentine identik dengan budaya barat. Tak heran jika saat merayakan hari kasih sayang paling pas ditemani dengan makanan ala Eropa. Seperti yang ditawarkan oleh Cinnamon Sahid Montana Hotel tepat di malam 14 Februari mendatang.
Assistant Account Manager Sahid Montana Hotel, Kristo Negoro menuturkan dalam perayaan Hari Valentine, Cinnamon menawarkan tiga menu istimewa yang merupakan makanan khas Eropa. Di antaranya Spaghetti Bolognaise, Chicken Cordon Bleu dan Sirloin Steak.
“Karena berkaitan dengan Valentine, kami menghadirkan menu-menu khas Eropa ini dengan nama yang mengandung cinta. Seperti Chicken Cordon Bleu yang kami beri nama Chicken in Love dan Sirloin Steak yang kami namai Honeymoon Beef Steak,” kata Kristo pada Malang Post.
Selain makanan, Cinnamon juga menawarkan minuman dan dessert yang bernuansa cinta. Antara lain Romeo and Juliet yang merupakan minuman cola dengan rasa raspberry, Endless Love yang tak lain pancake yang disajikan dengan ice cream dan strawberry syrup serta Fantastic Desire Ice Cream.
Sajian penuh cinta ini memang secara khusus ditawarkan pada perayaan Hari Valentine. Namun di luar jadwal itu, pengunjung bisa memesannya karena Cinnamon menghadirkannya sebagai menu reguler. (nda/han)

Chicken in Love
Bahan:
Dada ayam fillet        120 gram
Smoke beef            1/2 lembar
Keju mozzarella         secukupnya
American mustard        secukupnya
Telur                1 butir
Tepung panir            secukupnya
Merica dan garam        secukupnya

Saus:
Saus dasar
Demi glass
Bawang Bombay        50 gram
Mentega            15 gram
Saus tomat            10 gram


Cara Membuat:
1.    Bumbui dada ayam dengan American mustard, merica dan garam secukupnya. Baluri dan diamkan hingga 5 menit.
2.    Bentangkan dada ayam, tumpuk atasnya dengan smoke beef dan keju mozzarella, lalu tutup.
3.    Masukkan daging yang sudah diisi ke dalam telur yang sudah dikocok lalu gulung-gulung di atas tepung panir.
4.    Goreng dengan api sedang hingga matang.
5.    Untuk membuat sausnya, tumis bawang bombay hingga harum. Campur dengan saus dasar steak dan bahan lainnya, masak hingga matang.
6.    Letakkan gorengan dada ayam ke piring saji. Tambahkan dengan kentang goreng dan sayuran rebus, lalu siram dengan saus steak. Sajikan selagi panas.
 
Reaksi: 

Ayam Panggang Garang Asem (Madura)

ayamgarangasembakarwq7.jpg
Bahan:
1 ekor ayam, potong 6 bagian
400 ml air
Bumbu halus:
6 buah cabai merah
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 butir kemiri
1 sendok makan air asam jawa (dari 1 sendok teh asam jawa dan 1 sendok makan air)
½ sendok teh gula merah
2 cm kunyit
2 ½ sendok teh garam
Cara membuat:
Rebus ayam dan bumbu halus sampai matang dan meresap.
Bakar ayam sampai kecoklatan sambil dioles sisa bumbu.
Tips.
Gunakan api kecil saat merebus ayam supaya bumbu meresap ke dalam ayam.
Note: gw buat ga pake 10 cabe merah. tapi hanya 5 cabe merah, tanpa biji :P tp udah kerasa kok rasa cabe2nya.. anak2 masih suka jg ;)
 
Reaksi: 

Ginger Cookies, Chocolate Chips Cookies & Anzac Biscuits

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Dua hari yang lalu dirikues ama adek2 buat bikin cookies :D Jadi deh cookies2 diatas ini. Resepnya sbb:
Ginger Cookies (or in this case: Ginger Bunny :p)
Bahan:
- 3/4 cup mentega tawar
- 3/4 cup brown sugar
- 3/4 cup molasses (treacle syrup)
- 1 sdt garam
- 2 sdt kayu manis
- 1 cup ginger (atau sesuai dengan selera)
- 1/4 sdt bubuk cengkeh
- 1 butir telur
- 1 sdt baking powder
- 1/2 sdt baking soda
- 3.5 cups tepung terigu
Cara Membuat:
1. Lelehkan mentega, masukan molasses, garam, cengkeh, kayu manis, jahe, gula kedalamnya. Aduk2 sampai rata. Sisihkan sampai dingin.
2. Setelah dingin, kocok 1 butir telur, dan tuang kedalam larutan no. 1. Aduk2 sampai rata.
3. Di mixing bowl terpisah, campur tepung terigu, baking powder dan baking soda.
4. Masukan campuran tepung (no. 3) ke dalam adonan mentega dkk, dan aduk sampai rata.
5. Bila adonan susah dibentuk, masukan ke dalam lemari es selama kurang lebih 1 jam sehingga adonan mengeras dan mudah dibentuk.
6. Panggang dengan suhu sekitar 180°C selama kurang lebih 15-20 menit.
—————————————————————————
Chocolate Chips Cookies
Bahan:
- 226 gram mentega tawar suhu ruang
- 3/4 cup gula pasir
- 3/4 cup brown sugar
- 2 butir telur
- 2 sdt vanilla extract
- 3 cups tepung terigu
- 1 sdt baking soda
- 1.5 cups chocolate chips
- 1/4 sdt garam
Cara Membuat:
1. Kocok mentega hingga lembut/creamy, masukan sugar dan brown sugar, kocok terus sampai fluffy.
2. Masukan telur satu per satu kedalam adonan, kocok sampai rata.
3. Masukan vanilla extract, aduk rata.
4. Di mangkuk terpisah, ayak tepung terigu, baking soda dan garam.
5. Masukan no. 4 ke adonan mentega+gula+telur, dan aduk hingga rata, sambil masukan juga chocolate chips kedalamnya.
6. Bila adonan terlalu lunak, masukan ke lemari es hingga agak mengeras.
7. Panggang dengan suhu sekitar 180°C selama kurang lebih 15-20 menit.
—————————————————————————
ANZAC Biscuits
Bahan:
- 1 cup tepung terigu
- 1 cup rolled oats
- 1 cup brown sugar
- 1/2 cup kelapa parut (bisa pakai desiccated coconut yg dikukus)
- 125 gram mentega tawar
- 2 sdm golden syrup
- 1 sdm air putih
- 1/2 sdt baking soda
Cara Membuat:
1. Ayak tepung terigu, masukan gula dan kelapa, aduk rata.
2. Lelehkan mentega, masukan air dan golden syrup kedalamnya, aduk2 rata.
3. Masukan baking soda ke no.2, aduk rata.
4. Masukan larutan mentega+gula kedalam campuran tepung. Aduk rata.
5. Panggang dengan suhu sekitar 175 - 180°C selama 15-20 menit.
————————————————————————–
* Cookies yg baru keluar dari oven akan mengeras setelah dingin
* Struktur cookies yg crunchy/chewy ditentukan oleh tipis/tebalnya adonan yg dibentuk sebelum dipanggang, juga suhu dan lama pemanggangan. Feel free untuk memodifikasi lama dan suhu panggang sesuai dengan kebutuhan :D
 
Reaksi: 

Carrot Cake With Cream Cheese Frosting

Kemaren kocak banget deh. Setelah beberapa lama baking blue (kali ini blue-nya bukan gara-gara gagal baking, tapi karena diet ketat), akhirnya kemaren baking lagi, mana bakingnya tuh impulsive banget lagi, hahahaha. Ceritanya gue seperti biasa deh wiken cengo bin bengong depan komputer, maen games, blogwalking, bales-balesin email/messages (caelah sok penting amat). Terus pada saat yang bersamaan, si Nana ternyata lagi posting2 hasil karya digital scrapbook-nya, hihihi.. Salah satu hasil karyanya, ada foto gue plus beberapa hasil karya kuliner yang pernah gue bikin *tsaaaah, kuliner*. Saking kerennya tuh SB, gue sampe langsung tergugah pengen bikin-bikin lagi deh, whahahaha… Tapi apa yaaaa…. ?
Akhirnya pilihan jatuh ke carrot cake ini. Pertama gue liat kue ini di blog resepnya Mbak Syl dan di blog resep Riana, tapi belom gue coba karena gue kelewat males nyari conversion untuk bahan-bahannya (misalnya: 1 gram baking soda, dll) karena gue ngga punya timbangan digital, jadi supaya ngepas gue kudu convert ke satuan teaspoon dulu.
Akhirnya kemaren ketemu conversion oke disini.
Langsung deh gue ke supermarket beli wortel dan bahan-bahan yang ngga ada dirumah, huehehehe… Terus nguprek deh bikin sang carrot cake. Tapi apalah artinya kue-kue yang gue buat tanpa sentuhan terakhirnya si Ira :-))) Cream cheese frosting dan wortel2 kecil nan lucu itu adalah kerjaannya si Ira. Thanks babe, you’re the best! :-))))
100_0178.jpg 100_0179.jpg 100_0183.jpg
Sekarang Resepnya ya:
(Sumber: Bogasari Baking Center Cake Baking Course)
Bahan:
250 g Telur
300 g Gula kastor
2 g Garam
5 g Emulsifier
260 g Tepung Segitiga Biru
1 g Baking soda
1 g Baking powder
1 g Cinnamon bubuk
450 g Wortel (parut halus)
150 g minyak
Cara Membuat:
1. Kocok telur, gula, garam hingga kental dengan speed tinggi. Masukkan emulsifier, kocok terus hingga kental dan meninggalkan jejak.
2. Ayak bahan kering, kemudian masukan kedalam adonan dengan speed rendah hingga tercampur rata.
3. Masukkan wortel parut, aduk rata.
4. Masukan minyak perlahan kedalam adonan hingga tercampur rata.
5. Tuangkan kedalam loyang bundar 20-22 m yang telah dialasi kertas.
6. Panggang dengan suhu 180ºC selama 30 - 45 menit (lakukan tes tusuk).
Cream Cheese Frosting
(Sumber: Kemasan Philadelphia Cream Cheese)
Bahan:
250 g Philadelphia Cream Cheese (bisa pakai merek apa saja)
80 g margarine
1 cup icing sugar
1 sdm perasan air jeruk lemon
Cara Membuat:
1. Kocok Philadelphia Cream Cheese dan margarine dengan mikser selama 4-5 menit atau hingga halus dan ringan (fluffy).
2. Tambahkan icing sugar dan air lemon, kemudian kocok lagi selama 30 detik atau sampai tercampur rata.
3. Oleskan pada Carrot Cake.
 
Reaksi: 

spaghetti dengan saus salmon & jamur

spaghetti salmon
Bahan:
200 gram daging ikan salmon, potong2 ukuran 2 cm x 1 cm x 1 cm
1 buah bawang bombay, iris kecil2
2 butir bawang putih, digeprek
100 gram jamur, iris tipis2
2 sdm saus tomat
3 sdm minyak zaitun (olive oil)
1 sdm mixed italian herbs
garam dan merica secukupnya
2 sdm keju parmesan parut, pakai cheddar juga nggak apa2
200 ml krim kental, bisa diganti susu kalau nggak mau terlalu berlemak
250 g spaghetti
Cara membuatnya:
  1. Masak spaghetti dalam air mendidih hingga al dente.
  2. Dalam sebuah wajan, panaskan minyak zaitun. Kalau sudah panas, masukkan bawang bombay. Kalau sudah agak wangi, masukkan bawang putih dan jamur, aduk2 sampai jamur empuk.
  3. Masukkan krim atau susu, salmon, keju, garam, merica, italian herbs dan saus tomat. Aduk2 sampai salmon matang.
  4. Sajikan spaghetti dengan sausnya.
 
Reaksi: 

meat sauce farfalle

meat sauce farfale
bahan :
  • farfalle 300 gr
  • daging giling 300 gr
  • bawang bombay 200 gr (1 butir, ukuran sedang)
  • wortel 100 gr (setengah batang, ukuran sedang)
  • paprika 2 buah
  • bawang putih 1 siung
  • tomat 500 gr
  • garam, merica, italian herbs : secukupnya
  • minyak zaitun (olive oil) 1 sendok makan
  • jika suka pedas, dapat ditambahkan cabai merah yg diiris tipis
cara membuat :
  1. kupas bawang bombay, wortel, bawang putih, potong kecil-kecil (jika memungkinkan, campur semuanya dalam food processor, proses selama 20 detik). iris tipis paprika.
  2. panaskan minyak zaitun, tumis cabai merah (jika suka). masukkan campuran no.1, aduk rata.
  3. masukkan daging giling, masak hingga daging matang.
  4. rebus farfalle hingga al dente, masukkan ke dalam saus. aduk rata.
  5. sajikan selagi hangat. jika suka, taburkan keju parmesan.
 
Reaksi: 

Love Ya

[Hyungjun] Yeah, huh
Here we go once again
Guess who's back, let's go
This one is all about you
I really hate you but I love you
So what can I do?
Now listen

[All] Neoreul bomyeon apa, sumi neomu gappa, ije nae sonjaba
[Hyungjun] Geu sarameun neoreul saranghaji eanhneunde wae?
[Hyunjoong] Why don't you get it?
[All] Baby let me
Love ya, love ya, love ya

[All] Nae jeonbureul georeo, I jumuneun georeo, we can be so perfect
[Jungmin] Sesangmodu jeokidwindahaedo naneun andwae
[Youngsaeng] Neo animyeon andwae
[All] Baby let me
Love ya, love ya, love ya

[Kyujong] Oneureun yeotaekkeot gidaryeosseo
Mianhae ganjeolhi baraewasseo
Nal bitgyeogattdeon ni uraen sarangi janinhage kkeulnagireul
[Youngsaeng] Geusaram ijeo, ijen jiweobeoryeo
Eochapi neohaguneun eoolriji anhaneungeol
[Hyungjun] So baby wont you come to me
I'll make you make you happy

[All] Neoreul bomyeon apa, sumi neomu gapen, ijen naesun japa
[Hyungjun] Geu sarameun neoreul saranghajieanhneunde wae?
[Hyunjoong] Why don't you get it?
[All] Baby let me
Love ya, love ya, love ya

[All] Nae jeonbureul georeo, I jumuneun georeo, we can be so perfect
[Jungmin] Sesangmodu jeokidwindahaedo naneun andwae
[Youngsaeng] Neo animyeon andwae
[All] Baby let me
Love ya, love ya, love ya

[Jungmin] Cheoeumen haengbokhagil baraesseo
Geude birok geusaram yeopeseorado
Mideosseoseo. Na eopsi haengbokhadamyeon, geugeolro chungbunhaesseo
[Hyunjoong] Hajiman, neoui nunmol ipuyeo. Neoui seulpeumi boryeo
Amuri chamabwado andwae ijen jichyeo michyeo
[Youngsaeng] I cannot let it go, I gotta take you
Ije uri unmyeongingeol yeah

[All] Neoreul bomyeon apa, sumi neomu gapen, ijen naesun japa
[Hyungjun] Geu sarameun neoreul saranghajieanhneunde wae?
[Hyunjoong] Why don't you get it?
[All] Baby let me
Love ya, love ya, love ya

[All] Nae jeonbureul georeo, I jumuneun georeo, we can be so perfect
[Jungmin] Sesangmodu jeokidwindahaedo naneun andwae
[Youngsaeng] Neo animyeon andwae
[All] Baby let me
Love ya, love ya, love ya

[Hyunjoong] Eotteohke neon moreuneunde? Hapil geu saraminde?
Neoui apeun sarangddawin nan bolsueoptneunde
[Kyujong] Ijteo, ni kaseum myeondeulgehaneun geureon nappeunsarang
Ijen jipeochyeo please! Apeun neoreul guhagesseo
[Hyungjun] Geoule bichin neoui nunmuli sorieopsi, euimodoeopsi heureulddae
Naegaseumeun wanjeonhi jjiteojineungeol, I can cross over the sea
[Kyujong] Nareul mideojwi, haneule maengsehalge
Urin majimak sarangi dwiltenikka yeah

[Jungmin] Neoreul bomyeon apa
[Kyujong] Sumi neomu gapa
[All] I simjangi apa
[Hyungjun] Geu sarameun neoreul saranghajianhaneunde wae?
[Hyunjoong] Why don't you get it?
[All] Baby let me
Love ya, love ya, love ya

[All] Nae jeonbureul georeo, I jumuneul georeo, we can be so perfect
[Jungmin] Sesangmodu jeokidwindahaedo naneun andwae
[Youngsaeng] Neo animyeon andwae
[All] Baby let me
Love ya, love ya, love ya
[Youngsaeng] Let me love you baby!

[Hyungjun] Andwae,
Andwae,
Neoeopsin... yeah yeah
 
Reaksi: 

because i'm stupid

Nae meoriga neomuna nappaseo
Neo hanapakke nan moreugo
Tareun sarameun pogoittneun neon
Ireon naema-eumdo moreugettji

Neoui harue naran eoptgettji
Tto chu'eokjoch'a eoptgettjiman
Neoman paraman pogoittneun nan
Chakku nunmuli heureugoisseo

Neoui dwaetmoseubeul poneungeotdo nan haengbokiya
Ajik naui ma-eumeul mollado
Kkeutnae seuch'ideusi kado

Niga neomu pogosip'eun nalen
Neomu kyeondigi himdeul naleneun
Neoreul saranghanda ipgae maemdola
Honja dasi tto CRYING FOR YOU
Honja dasi tto MISSING FOR YOU
Baby! I love you! I'm waiting for you!

Neoui harue nan eoptgettji
Tto kieokjoch'a eoptgettjiman
Neoman paraman pogoittneun nan
Honja ch'ueokeul mandeulgo isseo

Naegen sarangiran areumdaun sangch'eokat'a
Neoui yeppeun misoreul poado
Hamkke nan utjido mothae

Niga neomu saenggaknaneun nalen
Kaseum sirigo seulp'eun naleneun
Niga pogosip'ta ipgae maemdola
Honja dasi tto CRYING FOR YOU
Honja dasi tto MISSING FOR YOU
Baby! I love you! I'm waiting for you!

Bye, bye, never say goodbye
Ireohke chapji mothajiman
I need you amu maldo mothae I want you
Paraedo dasi paraedo

Niga neomu pogosip'eun nalen
Neomu kyeondigi himdeul naleneun
Neoreul saranghanda ipgae maemdola
Honja dasi tto CRYING FOR YOU

Niga neomu saenggaknaneun nalen
Kaseum sirigo seulp'eun naleneun
Niga pogosip'ta ipgae maemdola
Honja dasi tto CRYING FOR YOU
Honja dasi tto MISSING FOR YOU
Baby! I love you! I'm waiting for you!
 
Reaksi: 

Ring Ding Dong

[Jonghyun] Baby
Negae banhae beorin naegae wae irae
Dureopdago mulleoseoji malgo
Geunyang naegae matgyeobwala eoddae
My lady

[Onew] Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi dingdiggi
Ding ding ding (x2)
[Taemin] Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi dingdiggi
Ding ding ding (x2)

[Key] Butterfly
Neoreul mannan chut sungan
Nooni beonjjeok meori ssak
Belli ding dong oolleosseo
[Onew] Nan malya meotjinnom chakhannom
Geureon nomeun anijiman
Nareumdaero gwaenchaneun bad boy

[Taemin] Neodo machi butterfly
Neomu yakhae ppajeosseo
Neomu soonhae ppajeosseo
Neol gyeotae dweoyagaesseo
[Jonghyun] Deoneun geokjeongma geokjeongma
Naman mideobomyeon dwaejana
Niga neomu mamae deuleo
Nochil su eopneun geol


*[All] Baby
Naega soomeul meomchool su oh crazy
Neomu yeppeo gyeondil su oh crazy
Neo animyeon pilyoeopda crazy
Na wae irae

Rocka rocka rocka rocka rocka rocka
So fantastic
Rocka rocka rocka rocka rocka rocka
So elastic

Fantastic (x4)
Elastic (x4)

[Onew] Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi dingdiggi
Ding ding ding
([Taemin] _____ deullinda)

[Onew] Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi dingdiggi
Ding ding ding
([Onew] Meorisokae oolinda)

[Taemin] Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi dingdiggi
Ding ding ding
([Key] Nae gaseumae oolinda)

[Taemin] Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi dingdiggi
Ding ding ding

[Jonghyun] I call you butterfly
Nali gamyeon galsurok
Mosi bakhyeo neoran geol
Haeyeonal su eopdaneun geol

[Key] Nareul seontaekhae (Dolikiji malgo)
Seontaekhae (Domanggaji malgo)
[Taemin] Negae ppajin baboin na
[Jonghyun] Nal chaekimjyeoya dwae

*(Repeat)

[Minho] Nan chakhadi chakhanjeunghugooni
Geollin neoreul ihae mot hagaetda
[Key] Neon gakkeumssik geureon gojung
Emijireul talpi italhaebwa gwaenchanda

[Onew] Break out ([Key] Hey! ) (x4)
Ring ding ding ding ding
Dong dong dong dong

[Jonghyun] Sashil nan bulanhae
Eoddeokhae nal boneunji
[Taemin] Eojjeomyeon eojjeomyeon
Naegae hogameul gatgo itneunji molla
[Onew] Etorok anjeolbujeol hal subbakae eopseo
[Jonghyun] Dolikil su eopneun geol

[Onew] Complicated girl
[Taemin] Jeoldae no lan daedaphaji ma
[Jonghyun] Na gwaenchaneun namjalan geol
[Taemin] Naega michyeobeolilji molla

[Key] Silly girl (Silly girl)
[Onew] You're my miracle (My miracle)
[Jonghyun] Neoman gajil su itdamyeon
Naegaen da pilyoeopneun geol

*(Repeat)

So fantastic
So elastic

Fantastic (x4)
Elastic (x4)

[Onew] Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi dingdiggi
Ding ding ding
([Taemin] _____ deullinda)

[Onew] Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi dingdiggi
Ding ding ding
([Onew] Meorisokae oolinda)

[Taemin] Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi dingdiggi
Ding ding ding
([Key] Nae gaseumae oolinda)

[Taemin] Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi dingdiggi
Ding ding ding
 
Reaksi: 

No Other

[Siwon] Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
[Yesung] Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom

[Ryeowook] Neoui ttatteuthan geu soni chagapge, chagapge shikeo isseul ttae
Neoui ganghaetdeon geu maeumi nal karopge sangcheo badasseul ttae
[Donghae] Naega jaba julge anajulge salmyeoshi, geugeoseuro jakeun iroman dwendamyeon johgesseo
Eonjena deo maneun geol haejugo shipeun nae mam neon da mollado dwae

[Kyuhyun] Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon
Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae georeo watdeon shiganboda nameun nari deo manha

[Heechul] Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
[Eunhyuk] Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom

[Yesung] Naui ganan haetdeon maeumi nunbushige jeomjeom byeonhaegal ttae
Jakeun yokshimdeuri deoneun neomchiji anhge nae mamui geureut keojyeogalttae
[Sungmin] Argo isseo geu modeun iyuneun bunmyeonghi nega isseo ju-eotdaneun geot geu, geot ttak hana ppun
Eonjena gamsahae naega mankeum geuri jalhal su iggenni yeah

[Leeteuk] Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon
Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae georeo watdeon shiganboda nameun nari deo manha

[Ryeowook] Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
[Heechul] Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom

[Eunhyuk] Itjanha jogeum aju jogeum na sujupjiman neon molla sokeun taeyangboda tteugeoweo nae mam jom arajweo
TV show-e na oneun girl deureun mudae-eseo bichi nandedo neon eonjena nunbushyeo ([Shindong] naega michyeo michyeo baby)
Saranghandan neoui mare sesangeuk da gajin nan You & I, You're so fine neo gateun saram isseulkka
[Shindong] Saranghae oh, negeneun ojik neoppun iran geol babo gateun na-egeneun jeonburaneungeol arajweo

[Kyuhyun] Gateun gireul georeo wasseo urin seoro dalpagago itjanha nolla-ul ppuniya goma-ul ppuniya saranghal ppuniya

[Sungmin] Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
[Siwon] Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom
[Ryeowook] Neo gateun saram tto eobseo
 
Reaksi: 

semakin

Kamu yang kini memikat hatiku
Sungguh ku ingin lebih dekat denganmu
Beri aku waktu 'tuk buktikan kepadamu
Sungguh ku ingin memiliki hatimu

Reff:
Semakin ku memikirkanmu
Semakin ku menggilaimu
Kau bintang di hatiku
Terangi setiap langkahku

Beri aku waktu tuk buktikan kepadamu
Sungguh ku ingin memiliki hatimu

Repeat Reff [4x]
 
Reaksi: 

Apa Salahku


Apa salahku
Kau buat begini
Kau tarik ulur hatiku
Hingga sakit yang ku rasa

*
Apa memang ini yang kamu inginkan
Tak ada sedikitpun niat ‘tuk serius kepadaku

**
Katakan yang sebenarnya
Jangan mau tak mau seperti ini

Reff:
Akhirnya kini aku mengerti
Apa yang ada dipikiranmu selama ini
Kau hanya ingin permainkan perasaanku
Tak ada hati tak ada cinta

Apa memang ini yang kamu inginkan
Tak ada sedikitpun niat ‘tuk serius kepadaku

Katakan yang sebenarnya
Jangan mau tak mau seperti ini

Kembali ke Reff: 2x

Akhirnya kini aku mengerti
Apa yang ada dipikiranmu selama ini
Kau hanya ingin permainkan perasaanku
Tak ada hati tak ada cinta

Apa salahku
 
Reaksi: 

Gorengan Kembang Tahu Gulung

Menu kali ini, suami memanfaatkan sisa kembang tahu untuk sop pada acara di rumah. Menu kali ini dibuat sesederhana mungkin dan mudah tentunya. Memang suami saya tidak mau repot soal masak. Dengan urutan yang simple dari rendam, gulung dan goreng. Bingung juga kasih namanya, dicari juga yang sederhana ya jadi Gorengan Kembang Tahu Gulung.

Yang juga ingin mencoba boleh dicatat dulu deh bahan-bahannya:

  1. Kembang Tahu ukuran 20 X 30 cm dibagi empat.
  2. Telur ayam 1 butir
  3. Garam dan merica secukupnya
  4. Air cukup untuk merendam kembang tahu.

Ternyata bahannya sedikit ya?.... selanjutnya bisa kita mulai mengolahnya.

  1. Rendam kembang tahu dalam air hingga melunak.
  2. Sambil menunggu kembang tahu lunak. Campurkan telur ayam, garam dan merica. Aduk hingga rata.
  3. Setelah kembang tahu lunak, gulung dan celupkan kedalam telur untuk mengolesi bagian luar dan sambungan kembang tahu gulung. Telur ini berguna agar kembang tahu tidak terlalu kering sehingga tetap empuk ketika dingin dan juga menahan agar gulungan tidak lepas.
  4. Kemudian goreng sampai matang, tingkat kekeringan (renyah) tergantung selera.
  5. Kembang tahu gulung siap untuk dihidangkan.


Mudah bukan… Hayo siapa yang mau coba?
 
Reaksi: 

Mie Soto Kembang Tahu

Menu kali ini sepertinya cocok untuk anak-anak kost yang terbiasa makan mie instant. Kalo udah bosen dengan yang standar dari pabriknya bisa melakukan dengan kembang tahu. Standar pabrik yang digunakan kali ini adalah Mie Rasa Soto untuk segala merk ya.

Mie Soto Kembang Tahu
Kembang tahu produk olahan dari kedelai. Makanya kaya serat dan juga tinggi protein. Cukuplah untuk mengisi perut kita. Apalagi buat anak kost yang memang dananya terbatas. (Begitu kata suami). Inilah memang yang pernah di alami suami. Akhirnya menu ini bisa menjadi menu keluarga, setiap membuat akan terkenang masa-masa kuliah dulu, hehehe……

Bahan-bahan yang diperlukan sangat sederhana. Berikut daftarnya:
  1. Mie instant Rasa Soto1 bungkus.
  2. Telor 1 buah.
  3. Kembang tahu ukuran 5 cm X 3 Cm sudah cukup.
  4. Daun sawi secukupnya.


Proses pembuatan:
  1. Rendam kembang tahu di air dingin 5 – 10 menit.
  2. Iris dan rebus daun sawi sampai matang
  3. Rebus mie instant selama 3 menit. Sembari menunggu mie masak, masukkan semua bumbu ke dalam mangkok hidangan.
  4. Setelah mie plus kuahnya masak masukkan ke dalam mangkuk yang sudah berbumbu dan aduk rata.
  5. Kemudian rebus sebentar kembang tahu yang sudah direndam air selama 2 – 3 menit saja. Angkat dan tiriskan, masukkan kedalam mie yang ada dalam mangkuk.
  6. Berikan irisan telur rebus bila suka (hanya variasi rasa).
  7. Berikan irisan sawi bila suka (hanya variasi rasa saja).
  8. Mie Soto Kembang Tahu siap untuk dihidangkan.


Bagaimana? Anda juga inginmencoba, mudah bukan???
 
Reaksi: 

Ikan dan Ayam Bakar Lalapan

Cerita Keluarga kali ini ingin berbagi menu keluarga yang sering dibuat untuk acara kumpul-kumpul keluarga, senengnya ya bakar-bakar deh. Biasanya sih Ikan dan Ayam Bakar Lalapan. Ini seperti menu wajib yang kudu ada deh kayaknya.

ikan ayam bakar lalapanMenu ini sengaja dipilih biar ada kebersamaan di antara keluarga. Biasanya dengan adik, kakak, sepupu-sepupu dan keponakan-keponakan kami. Kenapa demikian? karena semua jadi ikut nimbrung dan bekerja, dari yang beli bahan, membersihkan bahan, memasak bahan dan terutama saat makannya, ya iya dong, kalo makan dibawa pulang jadi gak seru. Kok jadi ngelantur gini sih? Ya udah langsung aja kita mulai ya...

Yang kudu disiapkan dan diperlukan berikut daftarnya ya....

ikan ayam bakar lalapanBahan Utama:
Ayam dan Ikan (Bisa kakap, baronang atau terserah sajalah). Dibersihkan, pilih pola pemotongan agak tipis biar cepet matang. Kalo ayam di fillet steak sedangkan ikan di belah aja jangan dipotong.
Arang untuk membakar (Bisa kayu, bisa tempurung kelapa,) Jika tidak memakai arang bisa menggunakan fancy grilled, jadi bisa dibakar diatas kompor gas. banyak dijual di Hypermart.

Bumbu bakar:
Siapin aja bawang putih, kemiri, kunyit, ketumbar, garam, kecap manis, jeruk nipis/jeruk sambal, minyak goreng. Semua bahan di haluskan jadi satu. Anda tentu tahu caranya bukan. Yang keras-keras dulu dihaluskan baru tambahkan yang lunak dan aduk. Jangan lupa tambahkan air ya...

Lalapan yang kudu ada:
Bayam rebus, kecambah Rebus, Daun Kemangi Segar, mentimun Segar, Pok Choy (Sawi Manis) rebus, dan tambahan lain bila anda suka.... namanya juga lalapan, yang suka aja iyakan???

Sambal yang kudu dibuat:
Bawang Merah, Bawang Putih, Tomat, Terasi, Penyedap rasa, Gula Pasir, tidak ketinggalan Cabenya...
Bawang, tomat, cabe digoreng/atau ditumis terserah aja.
Setelah matang/layu, campurkan semua bumbunya dan haluskan. Jadi deh sambalnya...

Memasak Bahan Utama:
Celupin semua bahan utama kedalam bumbu bakar, diamkan selama 15 menit agar bumbu meresap. Setelah itu bakar deh dengan bara. Jangan lupa dibolak-balik dan di beri bumbu bakar lagi setiap dibalik (bagusnya dengan kuas/daun pisang).
periksa dengan garpu dagig bagian dalam apakah sudah matang.
kalo udah matang ya siap disajikan.
Mudah to...

Sengaja gak pake takaran dalam resepnya, karena ini bisa dengan takaran yang sesuai selera anda.

Mau mencoba? Silahkan (Monggo Kerso). Kalo udah jangan lupa komen lagi disini ya? bagaimana hasilnya? atau bila ingin bermurah hati bisa dikirim ke rumah... hehehe....
 
Reaksi: 

Dadar Putih Telur Kulit Pangsit

Biasanya jika ibu-ibu membuat masakan yang menggunakan bahan telur dan yang digunakan hanya bagian kuningnya saja, tentu ini akan menyisakan putih telurnya. Putih telur sangat jarang ada yang menyukainya. Saya pun pernah mengalaminya. Nah saya akan berbagi kepada ibu-ibu untuk memanfaatkan putih telur menjadi menu keluarga.

Alhamdulillah ada suami yang senang memanfaatkan bahan sisa ataupun bahan yang ada. Nah kali ini suami saya memanfaatkan putih telur sisa masakan dan bahan untuk kue lebaran kemarin.


Mari kita buat dengan proses yang mudah ya? Untuk pertama kali mari kita siapkan bahan-bahannnya. Berikut bahan-bahan yang bisa dipersiapkan:

Sisa putih telur – 4 butir.
Tepung terigu – 8 sdm.
Air secukupnya.
Kulit pangsit – 4 s/d 8 lembar uk. 10X10 cm.
Bawang daun – 1 Batang.
Garam dan merica secukupnya.
Bawang merah – 5 siung.
Bawang putih – 1 siung.
Bahan tambahan, Sosis iris, daging (ayam, sapi, ikan) cincang, atau irisan bakso. Boleh ditambahkan boleh tidak. Sesuai selera dan ketersediaan bahan.

Proses memasak:

Haluskan bawang merah dan bawang putih. Setelah halus letakkan dalam sebuah mangkuk yang agak besar.

Masukkan tepung ke dalam mangkuk yang ada bawang merah dan bawang putih halus. Aduk dan tambahkan air sampai adonan tepung terlihat mengental seperti madu. Tambahkan garam dan merica serta irisan bawang daun dan juga bahan tambahan. Aduk dengan merata tercampurnya.

Masukkan putih telur dan aduk hingga tercampur adonan dan putih telur.

Panaskan pan dengan sedikit minyak. Setelah panas masukkan setengah mangkuk adonannya, kemudian letakkan 1 atau 2 lembar kulit pangsit di atasnya, setelah agak kering bagian bawahnya balik adonan dan letakkan kembali kulit pangsitnya diatas adonan yang digoreng sambil di olesi sisa adonan yang ada di mangkuk. Setelah bagian bawah kering kembali balik lagi dan lakukan hal serupa sampai adonan atau kulit pangsitnya habis.

Setelah habis angkat, hidangkan di atas piring dan iris sesuai selera. Dapat dihidangkan dengan sambal tomat kemasan atau membuat sendiri.

Mudah bukan? Selamat mencoba. Semoga kita tidak sering membuang bahan-bahan sisa untuk bisa dimanfaatkan menjadi masakan untuk keluarga.
 
Reaksi: 

Sayuran Goreng (Vegetable Fritters)

Ada yang nyeletuk sewaktu ngumpul bareng dengan teman-teman “Musti dimasak seperti apa ya sayurnya biar anak-anak mau makan?” . Wah sepertinya ini menjadi pertanyaan yang sering dialami para orang tua. Karena memang ada beberapa orang tua yang mengeluhkan seperti ini. Nah mungkin menu kali ini cocok untuk masalah tersebut (Insya Allah ya).

Menunya adalah Vegetable Fritters atau kalo kami dirumah menyebutnya Sayuran Goreng. Malah terkadang bentuknya bisa menyerupai Ba’wan (Jawa Tengah), Ote-Ote (Jawa Timur), Bala-Bala (Jawa Barat) atau sebutan lain untuk daerah yang berbeda. Hayo dimulai aja…

Bahan utamanya adalah Sayuran (Boleh deh di combinasi segala jenis sayuran, yang penting sayuran). Kali ini kita gunakan Jagung, bayam, Timun Jepang (Zhuccini), wortel dan paprika.

Bahan-bahan:
  1. Jagung Kernels (yang sudah berbentuk bijian) atau jagung beli dipasar (kupas dan pisahin jadi bijian ya). 125 gr.
  2. Bayam ambil bagian daunnya dan batang muda diiris-iris. 1 Ikat saja.
  3. Timun Jepang di potong seperti korek api ya. 360 gr.
  4. Wortel potong seperti korek api. 150 gr.
  5. Paprika potong dadu kecil ya. 100 gr.
  6. Bawang Bombay di cincang. 1 siung.
  7. Tepung terigu 75 gr.
  8. Garam 1 sdt. Atau secukupnya sesuai selera.
  9. Bawang daun diiris tipis 1 batang.
  10. Telur, 3 butir.
  11. 4 tbs Canola Oil atau Olive Oil.

Nah sekarang kita masuk cara masaknya ya. Insya Allah mudah koq.
  1. Campurkan bahan jagung, bayam, timun jepang, wortel, paprika, bawang Bombay, tepung, Garam, bawang daun, telur kuningnya. Aduk hingga rata.
  2. Putih telurnya di letakkan di mangkuk dan kocok sampai kaku. Dan berikan pada lipatan campuran sayur.
  3. Panaskan pan yang besar dengan panas sedang. Berikan sedikit minyak canola atau minyak zaitun. Masukkan 1/3 cangkir kopi campuran sayur masak sekitar 5 menit. Balik dan masak antara 5 – 8 menit. Ulangi untuk yang berikutnya. Dengan menggunakan Pan besar jadi bisa sekaligus banyak untuk sekali masak.

Nah penyajiannya sesuaikan selera ya. Kami lebih senang dengan chili sauce atau saus sambal. Kalo di luar sono sih biasanya pake salad juga. Bagaimana??? Mudah bukan, anda juga bisa memasak dengan anak anda dengan membimbingnya.
 
Reaksi: 

Nasi Goreng Ikatelba Kentang Chips

Rasanya gak pernah untuk lepas memanfaatkan segala bahan yang ada. Yang paling sering dan ringan adalah yang berbau goreng. Biasanya kalo di rumah ya Nasi Goreng atau Spaghetti Goreng. Kali ini coba buat lagi jenis nasi goreng. Hasilnya adalah “Nasi Goreng Ikatelba Kentang Chips”.

Sebenarnya ini juga nasi goreng biasa. Cuman sekedar berbagi saja. Namanya diambil dari bahan pendamping yang digunakan. Ikatelba itu juga dari bahan Ikan, telor dan Bakso (Bakso Sapi). Tambahan untuk crackernya menggunakan kentang chips.


Bahan-bahan yang digunakan:
  1. Bawang Bombay 1 siung saja ukuran sedang.
  2. Tomat 1 buah.
  3. Nasi Putih gembur 500 gr. (untuk 2 Porsi)
  4. Telor 2 butir.
  5. Ikan Layang 5 ekor. (100 Gr)
  6. Bakso Sapi 100 Gr.
  7. Kentang Chips 50 Gr.
  8. Garam dan Merica bubuk secukupnya.
  9. Tomato paste secukupnya
  10. Kecap secukupnya.
  11. Minyak Goreng secukupnya.


Proses pembuatan:
  1. Ikan Layang di goreng kering di luar empuk di dalam. Caranya dengan minyak yang banyak dan sangat panas. Biasanya prosesnya sebentar karena karakter daging ikan lebih cepat masak.
  2. Sembari menunggu ikan dingin. Potong dadu bawang Bombay, tomat dan bakso sapinya.
  3. Setelah ikan dingin suwir kecil untuk campuran nasi goreng.
  4. Panaskan minyak goreng, tumis bawang Bombay sampai tercium bau wanginya. Masukkan tomat dadu aduk hingga merata, ini fungsinya untuk memberikan sedikit rasa asam tomat.
  5. Setelah wangi panas Bombay dan tomat keluar, kecilkan api. Sisihkan tomat dan bombaynya. Tumis urak arik telornya sampai matang. Kecilkan api dan masukkan semua bahan yang tersisa kecuali kentang chips. Aduk hingga rata.
  6. Besarkan api dan masak nasi hingga matang. Jika dirasa sudah matang, angkat dan sajikan di atas piring. Beri sentuhan kentang chips di atas nasi goreng. Nasi goreng siap disajikan.


Bagaimana? Apakah anda juga ingin mencoba…ya
 
Reaksi: 

Spaghetti Goreng Siram Dabu Kering

Ini adalah menu special yang saya suka kangen. Spaghetti Goreng namanya. Namun untuk postingan kali ini ada sedikit tambahan yaitu Siram Dabu Kering. Citarasa campuran Barat dan Nusantara. Menjadi menu yang juga disukai keluarga.
Spaghetti goreng siram dabu kering
Menu ini adalah kreasi suami saya yang memang doyan masak. Kebetulan suami adalah lulusan perhotelan dan pernah kerja di dapur beberapa hotel. Sekarang saja berkutat di dunia keuangan.Menu ini mudah dan sederhana membuatnya. Bahannya juga mudah didapat, biasanya banyak tersedia di dapur rumah tangga. Bila penasaran yang sudah lihat gambarnya, langsung saja kita simak proses pembuatannya ya?

Yang pertama disediakan adalah bahan-bahan. Adapun bahan-bahanya sebagai berikut:

  1. Spaghetti rebus 500 gr. (untuk 2 porsi – normalnya)
  2. Bakso daging sapi 100 Gr.
  3. Tomat 1 buah.
  4. Telor 1 butir.
  5. Bawang Bombay 1 siung.
  6. Saos tomat secukupnya.
  7. Kecap secukupnya.
  8. Merica bubuk secukupnya.
  9. Garam secukupnya.


Setelah bahan-bahan tersedia semua, tinggal proses masaknya (cooking method). Baca perlahan ya, dijamin mudah koq?

  1. Bakso sapi dipotong mendekati dadu ukuran 1 cm x 1 cm x 1cm. Tomat dipotong dibuang isinya, kulitnya dipotong dadu 0,5 cm x 0,5 cm x 0,5 cm. bawang Bombay juga sama potongannya dengan tomat.
  2. Panaskan minyak goreng cukup untuk menumis. Setelah panas masukkan bawang Bombay dan tumis sampai wangi.
  3. Kemudian sisihkan bawang Bombay kepinggir pan dan masukkan telur masak scrambled (telur urak arik) sampai matang, jangan lupa beri garam dan merica secukupnya.
  4. Setelah telur matang kecilkan api. Masukkan saos tomat, kecap, garam, merica bubuk secukupnya untuk 2 porsi. Nyalakan kembali apinya dan panaskan bumbu campur dengan telur dan bawang Bombay.
  5. Setelah sedikit mendidih masukkan spaghettinya yang sudah direbus dan aduk sampai merata dengan api sedang. Setelah tercampur rata besarkan sedikit apinya dan terus aduk sampai matang. Boleh dicoba sedikit rasanya, tambahkan garam dan merica untuk penyesuaian rasa. Setelah dirasa matang angkat dan letakkan di atas piring.
  6. Selanjutnya membuat dabu kering. Untuk dabunya kami tidak menggunakan bawang merah tetapi diganti dengan bakso sapid an juga menggunakan minyaknya sedikit. Panaskan minyak goreng kira-kira 1 sendok. Setelah benar-benar panas matikan apinya dan masukkan tomat beserta bakso sapinya, aduk dan tambahkan sedikit garam dan merica.
  7. Kemudian siramkan dabu kering tersebut di atas spaghetti goreng yang di atas piring. Spaghetti Goreng Siram Dabu Kering sudah siap untuk dihidangkan.


Bagaimana? Mudah bukan? Semoga sajian ini bisa menggugah selera anda. Selamat mencoba ya…..
 
Reaksi: 

Cara Cepat dan Mudah Belajar Matematika Berhitung Jari

Cara Cepat dan Mudah Belajar Matematika Berhitung Jari – Metode atau jurus rahasia berhitung perkalian, pembagian, dan penjumlahan yang praktis untuk anak ketika belajar matematika dengan hitungan jari. Semua teknik belajar ini mudah dipelajari dan sangat simple.
Wallpaper Matematika
Wallpaper Matematika

Teknik penerapan belajar matematika dengan mudah menggunakan hitungan jari ada beberapa cara yang akan saya sebut dengan beberapa inisial seperti Jurus 1 Jari Ajaib, Jurus 2 Jari Ajaib, dan Jurus 3 Jari Ajaib seperti inilah teknik penerapannya :
Jurus 1 Jari Ajaib
Untuk perkalian 9 ( 1×9 sampai 10×9 )
1. Buka ke dua tangan anda, mulai dari jari kelingking kiri adalah 1 hingga jari kelingking kanan adalah 10.
2. Misalnya kita ingin menghitung 3×9; maka lipat jari nomor 3 dari kiri (jari tengah tangan kiri)
3. Jari no 3. Ini yang kita lipat, berfungsi sebagai pemisah antara puluhan dan satuan. Dari jari tangan yang kita peragakan tersebut artinya di sebelah kiri jari yang dilipat ada 2 jari, yang mewakili angka 20. Sedangkan di sebelah kanan jari yang dilipat ada tujuh jari, mewakili angka 7. Berarti 2 puluhan dan 7 satuan, sama dengan 27. Jadi 3×9 = 27
4. Cobalah dengan contoh lain misalnya 6×9 atau 9×9, ingat dihitungnya dari jari kelingking tangan kiri ya …
Jurus 2 Jari Ajaib
Untuk perkalian 5 ( 1×5 sampai 10×5 )
1. Buka ke dua tangan anda, mulai dari jari kelingking kiri adalah 1 hingga jari kelingking kanan adalah 10.
2. Buat irama atau lagu untuk anak. Katakan 5, 10, 15,20, 25, 30, 35, 40, 45, 50. Prinsipnya adalah melompat bilangan 5.
3. Sekarang minta anak dengan menunjuk jari kelingking kiri (jari no. 1) sambil berkata 5. Tunjuk jari no. 2 dengan berkata 10. Tunjuk jari no.3 dengan berkata 15 dan seterusnya sampai jari ke 10 dengan berkata 50.
4. Bila sudah hafal dengan jari dan iramanya, coba test anak dengan menunjuk jari no. 6 misalnya, maka dia otomatis akan menjawab 30.
Jurus 3 Jari Ajaib
Untuk perkalian 6, 7 dan 8
1. Gunakan semua jari anda di kaki dan tangan. Jari kaki mewakili 1 sampai 5 kemudian tangan kiri mulai jempol kiri mewakili no. 6 sampai kelingking kiri mewakili 10. Demikian pula kaki kanan dan tangan kanan, mulai jempol kanan mewakili 6 sampai kelingking kanan mewakili 10.
2. Misalnya kita ingin mendapatkan hasil dari perkalian 6×7, maka lipat jempol kiri untuk mewakili 6, dan lipat jempol dan telunjuk kanan untuk mewakili 7.
3. Perhatikan jari yang dilipat. Setiap jari yang dilipat mewakili angka 10. Pada contoh yang kita gunakan ada 3 jari yang dilipat berarti 30.
4. Selanjutnya hitung jari yang tidak dilipat. Jari di kiri ada 4, sedangkan jari di kanan ada 3. Kalikan kedua angka tersebut yaitu 4×3 = 12
5. Terakhir menjumlahkan angka 30 di langkah c dan angka 12 di langkah d, 30 + 12 = 42
6. Lakukan lagi latihan dengan contoh lain misalnya 7×8 atau 6×5 dan seterusnya
Jika sudah memahami semua teknik “Cara Cepat dan Mudah Belajar Matematika Berhitung Jari” di atas, sudah bisa dipastikan anak anda akan lebih jago matematika terutama untuk ilmu hitung menhitung.
 
Reaksi: 

Menggunakan Uang Kelas untuk Kepentingan Pribadi

Amir adalah anak seorang pejabat negara yang bertugas dalam bidang keuangan. Kebetulan, Amir pun merupakan bendahara di sekolahnya.

Suatu hari, ia ketahuan menggunakan uang kelas itu untuk keperluan pribadi. Dipanggillah ia ke ruang guru.

Guru: "Mengapa kau gunakan uang itu untuk kepentinganmu sendiri? Padahal itu kan uang milik temanmu! Apakah kau sedang terdesak?"

Amir: "Tidak, Bu..."

Guru: "Lalu mengapa? (Amir hanya terdiam.) Cepat katakan! Jika tidak, akan saya laporkan kepada ayahmu!!"

Amir: "Laporin aja, Bu ..., toh ayah saya yang mengajarkan saya."
 
Reaksi: 

Pagi Bening Seekor Kupu-Kupu

Cerpen Agus Noor
1.
AKU terbang menikmati harum cahaya pagi yang bening keemasan bagai diluluri madu, dan terasa lembut di sayap-sayapku. Sungguh pagi penuh anugerah buat kupu-kupu macam aku. Kehangatan membuat bunga-bunga bermekaran dengan segala kejelitaannya, dan aku pun melayang-layang dengan tenang di atasnya.
Sesaat aku menyaksikan bocah-bocah manis yang berbaris memasuki taman, dengan topi dan pita cerah menghiasi kepala mereka. Aku terbang ke arah bocah-bocah itu. Begitu melihatku, mereka segera bernyanyi sembari meloncat-loncat melambai ke arahku, "Kupu-kupu yang lucuuu, kemana engkau pergiii, hilir mudik mencariii…"
Aku selalu gembira setiap kali bocah-bocah itu muncul. Biasanya seminggu sekali mereka datang ke taman ini, diantar ibu guru yang penuh senyuman mengawasi dan menemani bocah-bocah itu bermain dan belajar. Berada di alam terbuka membuat bocah-bocah itu menemukan kembali keriangan dan kegembiraannya. Taman penuh bunga memang terasa menyenangkan, melebihi ruang kelas yang dipenuhi bermacam mainan. Sebuah taman yang indah selalu membuat seorang bocah menemukan keluasan langit cerah. Ah, tahukah, betapa aku sering berkhayal bisa terbang mengarungi langit jernih dalam mata bocah-bocah itu? Siapa pun yang menyaksikan pastilah akan terpesona: seekor kupu-kupu bersayap jelita terbang melayang-layang dalam bening hening mata seorang bocah…
Aku pingin menjadi seperti bocah-bocah itu! Menjadi seorang bocah pastilah jauh lebih menyenangkan ketimbang terus-menerus menjadi seekor kupu-kupu. Alangkah bahagianya bila aku bisa menjadi seorang bocah lucu yang matanya penuh kupu-kupu. Terus kupandangi bocah-bocah itu. Alangkah riangnya. Alangkah gembiranya. Uupp, tapi kenapa dengan bocah yang satu itu?! Kulihat bocah itu bersandar menyembunyikan tubuhnya di sebalik pohon. Dia seperti tengah mengawasi bocah-bocah yang tengah bernyanyi bergandengan tangan membentuk lingkaran di tengah taman itu…
Seketika aku waswas dan curiga: jangan-jangan bocah itu bermaksud jahat --dia seperti anak-anak nakal yang suka datang ke taman ini merusak bunga dan memburu kupu-kupu sepertiku. Tapi tidak, mata bocah itu tak terlihat jahat. Sepasang matanya yang besar mengingatkanku pada mata belalang yang kesepian. Dia kucel dan kumuh, meringkuk di balik pohon seperti cacing yang menyembunyikan sebagian tubuhnya dalam tanah, tak ingin dipergoki. Mau apa bocah itu? Segera aku terbang mendekati…
Aku bisa lebih jelas melihat wajahnya yang muram kecoklatan, mirip kulit kayu yang kepanasan kena terik matahari. Dia melirik ke arahku yang terbang berkitaran di dekatnya. Memandangiku sebentar, kemudian kembali mengawasi bocah-bocah di tengah taman yang tengah main kejar-kejaran sebagai kucing dan tikus. Aku lihat matanya perlahan-lahan sebak airmata, seperti embun yang mengambang di ceruk kelopak bunga. Aku terbang merendah mendekati wajahnya, merasakan kesedihan yang coba disembunyikannya. Dia menatapku begitu lama, hingga aku bisa melihat bayanganku berkepakan pelan, memantul dalam bola matanya yang berkaca-kaca…
Terus-menerus dia diam memandangiku.

2.
HERAN nih. Dari tadi kupu-kupu itu terus terbang mengitariku. Kayaknya dia ngeliatin aku. Apa dia ngerti kalau aku lagi sedih? Mestinya aku nggak perlu nangis gini. Malu. Tapi nggak papalah. Nggak ada yang ngeliat. Cuman kupu-kupu itu. Ngapain pula mesti malu ama kupu-kupu?! Dia kan nggak ngerti kalau aku lagi sedih. Aku pingin sekolah. Pingin bermain kayak bocah-bocah itu. Gimana ya rasanya kalau aku bisa kayak mereka?
Pasti seneng. Nggak perlu ngamen. Nggak perlu kepanasan. Nggak perlu kerja di pabrik kalau malem, ngepakin kardus. Nggak pernah digebukin bapak. Kalau ajah ibu nggak mati, dan bapak nggak terus-terusan mabuk, pasti aku bisa sekolah. Pasti aku kayak bocah-bocah itu. Nyanyi. Kejar-kejaran. Nggak perlu takut ketabrak mobil kayak Joned. Hiii, kepalanya remuk, kelindes truk waktu lari rebutan ngamen di perempatan.
Aku senang tiduran di sini. Sembunyi-sembunyi. Nggak boleh keliatan, entar diusir petugas penjaga kebersihan taman. Orang kayak aku emang nggak boleh masuk taman ini. Bikin kotor --karena suka tiduran, kencing dan berak di bangku taman. Makanya, banyak tulisan dipasang di pagar taman: Pemulung dan Gelandangan Dilarang Masuk. Makanya aku ngumpet gini. Ngeliatin bocah-bocah itu, sekalian berteduh bentar.
Kalau ajah aku bebas main di sini. Wah, seneng banget dong! Aku bisa lari kenceng sepuasnya. Loncat-loncat ngejar kupu-kupu. Nggak, nggak! Aku nggak mau nangkepin kupu-kupu. Aku cuman mau main kejar-kejaran ama kupu-kupu. Soalnya aku paling seneng kupu-kupu. Aku sering mengkhayal aku jadi kupu-kupu. Pasti asyik banget. Punya sayap yang indah. Terbang ke sana ke mari. Sering aku bikin kupu-kupu mainan dari plastik sisa bungkus permen yang warna-warni. Aku gunting, terus aku pasang pakai lem. Kadang cuman aku ikat pakai benang aja bagian tengahnya. Persis sayap kupu beneran! Kalau pas ada angin kenceng, aku lemparin ke atas. Wuuss… Kupu-kupuan plastik itu terbang puter-puter kebawa angin. Kalau jumlahnya banyak, pasti tambah seru. Aku kayak ngeliat banyak banget kupu-kupu yang beterbangan…
Ih, aneh juga kupu-kupu ini! Dari tadi terus muterin aku. Apa dia ngerti ya, kalau aku suka kupu-kupu? Apa dia juga tau kalau aku sering ngebayangin jadi kupu-kupu? Apa kupu-kupu juga bisa nangis gini kayak aku? Bagus juga tuh kupu. Sayapnya hijau kekuning-kuningan. Ada garis item melengkung di tengahnya. Kalau saja aku punya sayap seindah kupu-kupu itu, pasti aku bisa terbang nyusul ibu di surga. Ibu pasti seneng ngelus-elus sayapku…
Aku terus ngeliatin kupu-kupu itu. Apa dia ngerti yang aku pikirin ya?

3.
BERKALI-KALI, kupu-kupu dan si bocah bertemu di taman itu.
Kupu-kupu itu pun akhirnya makin tahu kebiasaan si bocah, yang suka sembunyi di sebalik pohon. Sementara bocah itu pun jadi hapal dengan kupu-kupu yang suka mendekatinya dan terus-menerus terbang berkitaran di dekatnya. Kupu-kupu itu seperti menemukan serimbun bunga perdu liar di tengah bunga-bunga yang terawat dan ditata rapi, membuatnya tergoda untuk selalu mendekati. Kadang kupu-kupu itu hinggap di kaki atau lengan bocah itu. Bahkan sesekali pernah menclok di ujung hidungnya. Hingga bocah itu tertawa, seakan bisa merasa kalau kupu-kupu itu tengah mengajaknya bercanda.
Kupu-kupu dan bocah itu sering terlihat bermain bersama, dan kerap terlihat bercakap-cakap. Dan apabila tak ada penjaga taman (biasanya selepas tengah hari saat para penjaga taman itu selesai makan siang lalu dilanjutkan tiduran santai sembari menikmati rokok) maka kupu-kupu itu pun mengajak si bocah kejar-kejaran ke tengah taman.
"Ayolah, kejar aku! Jangan loyo begitu…," teriak kupu-kupu sembari terus terbang ke arah tengah taman.
Dan si bocah pun berlarian tertawa-tawa mengejar kupu-kupu itu.
"Kamu curang! Kamu curang! Bagaimana aku bisa mengejarmu kalau kamu terus terbang?! Kamu curang! Tungguuu kupu-kupuuu… Tungguuuu…"
Kupu-kupu itu terus terbang meliuk-liuk riang. Lalu kupu-kupu itu hinggap di setangkai pohon melati. Kupu-kupu itu menunggu si bocah yang berlarian mendekatinya dengan napas tersengal-sengal.
"Coba kalau aku juga punya sayap, pasti aku bisa mengejarmu…," bocah itu berkata sambil memandangi si kupu-kupu.
"Apakah kamu yakin, kalau kamu punya sayap kamu pasti bisa menangkapku?"
"Pasti! Pasti!"
Kupu-kupu itu tertawa --dan hanya bocah itu yang bisa mendengar tawanya.
"Benarkah kamu ingin punya sayap sepertiku?" tanya kupu-kupu.
"Iya dong! Pasti senang bisa terbang kayak kamu. Asal tau ajah, aku tuh sebenernya sering berkhayal bisa berubah jadi kupu-kupu…" Lalu bocah itu pun bercerita soal mimpi-mimpi dan keinginannya. Kupu-kupu itu mendengarkan dengan perasaan diluapi kesyahduan, karena tiba-tiba ia juga teringat pada impian yang selama ini diam-diam dipendamnya: betapa inginnya ia suatu hari menjelma menjadi manusia…
"Benarkah kamu sering membayangkan dirimu berubah jadi kupu-kupu? Apa kamu kira enak jadi kupu-kupu seperti aku?"
"Pasti enak jadi kupu-kupu seperti kamu…"
"Padahal aku sering membayangkan sebaliknya, betapa enaknya jadi bocah seperti kamu…"
"Enakan juga jadi kamu!" tegas bocah itu.
"Lebih enak jadi kamu!" jawab kupu-kupu.
"Lebih enak jadi kupu-kupu!"
"Lebih enak jadi bocah sepertimu!"
Setiap kali bertemu, setiap kali berbicara soal itu, kupu-kupu dan bocah itu semakin saling memahami apa yang selama ini mereka inginkan. Bocah itu ingin berubah jadi kupu-kupu. Dan kupu-kupu itu ingin menjelma jadi si bocah.
"Kenapa kita tak saling tukar saja kalau begitu?" kata kupu-kupu.
"Saling tukar gimana?"
"Aku jadi kamu, dan kamu jadi aku."
"Apa bisa? Gimana dong caranya?"
"Ya saling tukar saja gitu…"
"Kayak saling tukar baju?" Bocah itu ingat kalau ia sering saling tukar baju dengan temen-temen ngamennya, biar kelihatan punya banyak baju. "Iya, gitu?"
"Hmm, mungkin seperti itu..."
Keduanya saling pandang. Ah, pasti akan menyenangkan kalau semua itu terjadi. Aku akan berubah jadi kupu-kupu, batin bocah itu. Aku akan bahagia sekali kalau aku memang bisa menjelma manusia, desah kupu-kupu itu dengan berdebar hingga sayap-sayapnya bergetaran.
"Bagaimana?" kupu-kupu itu bertanya.
"Bagaimana apa?"
"Jadi nggak kita saling tukar? Sebentar juga nggak apa-apa. Yang penting kamu bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi kupu-kupu. Dan aku bisa merasakan bagaimana kalau jadi bocah seperti kamu. Setelah itu kita bisa kembali lagi jadi diri kita sendiri. Aku kembali jadi kupu-kupu lagi. Dan kamu kembali lagi jadi dirimu. Gimana?"
Si bocah merasa gembira dengan usul kupu-kupu itu. Gagasan yang menakjubkan, teriaknya girang. Lalu ia pun mencopot tubuhnya, agar kupu-kupu itu bisa merasuk ke dalam tubuhnya. Dan kupu-kupu itu pun segera melepaskan diri dari tubuhnya, kemudian menyuruh bocah itu masuk ke dalam tubuhnya. Begitulah, keduanya saling berganti tubuh. Bocah itu begitu senang mendapati dirinya telah berwujud kupu-kupu. Sedangkan kupu-kupu itu merasakan dirinya telah bermetamorfosa menjadi manusia.

4.
WAH enak juga ya jadi kupu-kupu! Bener-bener luar biasa. Lihat, sinar matahari jadi kelihatan berlapis-lapis warna-warni lembut tipis, persis kue lapis. Aku juga ngeliat cahaya itu jadi benang-benang keemasan, berjuntaian di sela-sela dedaunan. Aku jadi ingat benang gelasan yang direntangkan dari satu pohon ke pohon yang lain, setiap kali musim layangan. Aku lihat daun-daun jadi tambah menyala tertimpa cahaya. Semuanya jadi nampak lebih menyenangkan. Dengan riang aku melonjak-lonjak terbang. Terlalu girang sih aku. Jadi terbangku masih oleng dan nyaris nubruk ranting pohon.
"Hati-hati!"
Kudengar teriakan, dan kulihat kupu-kupu yang kini telah merasuk ke dalam tubuh bocahku. Dia kelihatan panik memandangi aku yang terbang jumpalitan. Aku bener-bener gembira. Tak pernah aku segembira ini. Emang nyenengin kok jadi kupu-kupu.
Aku terus terbang dengan riang…

5.
TUBUHKU perlahan-lahan berubah, dan mulai bergetaran keluar selongsong kepompong. Kemudian kudengar gema bermacam suara yang samar-samar, seakan-akan menghantarkan kepadaku cahaya pertama kehidupan yang berkilauan. Dan aku pun seketika terpesona melihat dunia untuk pertama kalinya, terpesona oleh keelokan tubuhku yang telah berubah. Itulah yang dulu aku rasakan, ketika aku berubah dari seekor ulat menjadi kupu-kupu. Dan kini aku merasakan keterpesonaan yang sama, ketika aku mendapati diriku sudah menjelma seorang bocah. Bahkan, saat ini, aku merasakan kebahagiaan yang lebih meruah dan bergairah.
Aku pernah mengalami bagaimana rasanya bermetamorfosa, karena itu aku bisa menahan diri untuk lebih menghayati setiap denyut setiap degup yang menandai perubahan tubuhku. Aku merasakan ada suara yang begitu riang mengalir dalam aliran darahku, seperti berasal dari jiwaku yang penuh tawa kanak-kanak. Aku ingin melonjak terbang karena begitu gembira. Tapi tubuhku terasa berat, dan aku ingat: aku kini tak lagi punya sayap.
Lalu kulihat bocah itu, yang telah berubah menjadi kupu-kupu, terbang begitu riang hingga nyaris menabrak ranting pepohonan. Aku berteriak mengingatkan, tetapi bocah itu nampaknya terlalu girang dalam tubuh barunya. Dia pasti begitu bahagia, sebagaimana kini aku berbahagia.
Kusaksikan bocah itu terbang riang mengitari taman, kemudian hilang dari pandangan. Aku pun segera melenggang sembari bersiul-siul. Tapi aku langsung kaget ketika seorang penjaga taman menghardikku, "Hai!! Keluar kamu bangsat cilik!" Kulihat penjaga taman itu mengacungkan pemukul kayu ke arahku. Segera aku kabur keluar taman.

6.
KETIKA bocah yang telah berubah menjadi kupu-kupu itu terbang melintasi etalase pertokoan, ia bisa melihat bayangan tubuhnya bagai mengambang di kaca, dan ia memuji penampilannya yang penuh warna. Sayapnya hijau kekuning-kuningan dengan garis hitam melengkung di bagian tengahnya. Rasanya seperti pangeran kecil berjubah indah.
Tapi segera ia menjadi gugup di tengah lalu lalang orang-orang yang bergegas. Bising lalu lintas membuatnya cemas. Puluhan sepeda motor dan mobil-mobil mendengung-dengung mirip serangga-serangga raksasa yang siap melahapnya. Ia gemetar, tak berani menyeberang jalan. Dari kejauhan ia melihat truk yang menderu bagai burung pelatuk yang siap mematuk. Tiba-tiba ia menyadari, betapa mengerikannya kota ini buat seekor kupu-kupu sekecil dirinya. Sungguh, kota ini dibangun bukan untuk kupu-kupu sepertiku. Ia merasakan dirinya begitu rapuh di tengah kota yang semerawut dan bergemuruh. Gedung-gedung jadi terlihat lebih besar dan begitu menjulang dalam pandangannya. Tiang-tiang dan bentangan kawat-kawat tampak seperti perangkap yang siap menjerat dirinya. Semua itu benar-benar tak pernah terbayangkan olehnya. Ketika ia sampai dekat stasiun kereta, ia menyaksikan trem-trem yang berkelonengan bagaikan sekawanan ular naga dengan mahkota berlonceng terpasang di atas kepala mereka. Sekawanan ular naga yang menjadi kian mengerikan ketika malam tiba. Ia menyaksikan orang-orang yang keluar masuk perut naga itu, seperti mangsa yang dihisap dan dikeluarkan dari dalam perutnya…
Ia begitu gemetar menyaksikan itu semua, dan buru-buru ingin pergi. Ia ingin kembali ke taman itu. Ia ingin segera kembali menjadi seorang bocah.

7.
SEMENTARA itu, kupu-kupu yang telah berubah jadi bocah seharian berjalan-jalan keliling kota. Lari-lari kecil keluar masuk gang. Main sepak bola. Bergelantungan naik angkot. Kejar-kejaran di atas atap kereta yang melaju membelah kota. Rame-rame makan bakso. Ia begitu senang karena bisa melakukan banyak hal yang tak pernah ia lakukan ketika dirinya masih berupa seekor kupu-kupu.
Tengah malam ia pulang dengan perasaan riang, sembari membayangkan rumah yang bersih dan tenang. Hmm, akhirnya aku bisa merasakan bagaimana enaknya tidur dalam sebuah rumah. Selama ini ia hanya tidur di bawah naungan daun, kedinginan didera angin malam. Rasanya ia ingin segera menghirup semua ketenangan yang dibayangkannya.
Tapi begitu ia masuk rumah, langsung ada yang membentak, "Dari mana saja kamu!" Ia lihat seorang laki-laki yang menatap nanar ke arahnya. Ia langsung mengkerut. Ia tak pernah membayangkan akan menghadapi suasana seperti ini.
"Brengsek! Ditanya diam saja," laki-laki itu kembali membentak, mulutnya sengak bau tuak. Inikah ayah bocah itu? Ia ingat, bocah itu pernah bercerita tentang bapaknya yang seharian terus mabuk dan suka memukulinya. Ia merasakan ketakutan yang luar biasa ketika laki-laki itu mencekik lehernya. "Uang!" bentak laki-laki itu, "Mana uangnya?! Brengsek! Berapa kali aku bilang, kamu jangan pulang kalau nggak bawa uang!"
Ia meronta berusaha melepaskan diri, membuat laki-laki itu bertambah marah dan kalap. Ia rasakan tamparan keras berkali-kali. Ia rasakan perih di kulit kepalanya ketika rambutnya ditarik dan dijambak, lantas kepalanya dibentur-benturkan ke dinding. Ia merasakan cairan kental panas meleleh keluar dari liang telinganya. Kemudian perlahan-lahan ia merasakan ada kegelapan melilit tubuhnya, seakan-akan membungkus dirinya sebagai kepompong. Ia rasakan sakit yang bertubi-tubi menyodok ulu hati. Membuatnya muntah. Saat itulah bayangan bocah itu melintas, dan ia merasa begitu marah. Kenapa dia tak pernah cerita kalau bapaknya suka menghajar begini? Ia megap-megap gelagapan ketika kepalanya berulang-ulang dibenamkan ke bak mandi…

8.
UDAH hampir seharian aku nunggu. Kok dia belum muncul juga ya? Aku mulai bosen jadi kupu-kupu begini. Cuma terbang berputar-putar di taman. Habis, aku takut terbang jauh sampai ke jalan raya kayak kemarin sih! Takut ketubruk, dan sayap-sayapku remuk. Padahal sebelum jadi kupu-kupu, aku paling berani nerobos jalan. Aku juga bisa berenang, dan menyelam sampai dasar sungai ngerukin pasir. Sekarang, aku cuman terbang, terus-terusan terbang. Nyenengin sih bisa terbang, tapi lama-lama bosen juga. Apalagi kalau cuman berputar-putar di taman ini.
Cukup deh aku ngrasain jadi kupu-kupu gini. Banyak susahnya. Apa karna aku nggak terbiasa jadi kupu-kupu ya? Semaleman ajah aku kedinginan. Tidur di ranting yang terus goyang-goyang kena angin, kayak ada gempa bumi ajah. Aku ngeri ngeliat kelelawar nyambar-nyambar. Ngeri, karena aku ngerasa enggak bisa membela diri. Waktu jadi bocah aku berani berkelahi kalau ada yang ngancem atau ganggu aku. Sekarang, sebagai kupu-kupu, aku jadi ngerasa gampang kalahan. Nggak bisa jadi jagoan! Karna itu aku ingin cepet-cepet berhenti jadi kupu-kupu...
Nggak bisa deh kalau hanya nunggu-nunggu begini. Gelisah tau! Kan kemarin dia janji, hanya mau tukar sebentar. Apa dia keenakan jadi aku, ya? Jangan-jangan dia lagi rame-rame ngelem ama kawan-kawannku. Atau dia lagi didamprat ayah? Ah, moga-moga ajah tidak. Tapi ngapain sampai gini hari belum datang juga? Terus terang aku udah cemas. Aku mesti ketemu dia. Aku nggak mau terus-terusan jadi kupu-kupu gini.
Baiklah, daripada cemas gini, mendingan aku nyusul dia. Apa dia pulang ke rumahku ya? Aku mesti nyari dia, ah!

9.
IA mendapati kemurungan di sekitar rumahnya. Bocah yang telah menjadi kupu-kupu itu bisa merasakan indera kupu-kupunya menangkap kelebat firasat, sebagaimana indera serangga bila merasakan bahaya. Ia mencium bau kematian, bagaikan bau nektar yang menguar. Dan ia bergegas terbang masuk rumah. Ia tercekat mendapati tubuh bocah itu terbujur di ruang tamu. Memar lebam membiru, mengingatkannya pada rona bunga bakung layu. Apa yang terjadi? Alangkah menyedihkan melihat jazad sendiri. Segalanya terasa mengendap pelan, namun menenggelamkan. Ia terbang berkelebat mendekati para tetangganya yang duduk-duduk bercakap-cakap pelan. Kemudian ia mencoba mengajak para tetangga itu bercakap-cakap dengan isyarat kepakan sayapnya. Tapi tak ada yang memahami isyaratnya. Tentu saja mereka tak tahu bagaimana caranya berbicara pada seekor kupu-kupu sepertiku! Dan ia merasa kian ditangkup sunyi, terbang berputar-putar di atas jazadnya. Ia merasakan duka itu, melepuh dalam mata yang terkatup. Sepasang kelopak mata yang membiru itu terlihat seperti sepasang sayap kupu-kupu yang melepuh rapuh. Ia terbang merendah, dan mencium kening jazad itu. Saat itulah ia mendengar percakapan beberapa pelayat.
"Lihat kupu-kupu itu…"
"Aneh, baru kali ini aku melihat kupu-kupu hinggap di kening orang mati."
"Kupu-kupu itu seperti menciumnya…"
"Mungkin kupu-kupu itu tengah bercakap-cakap dengan roh yang barusan keluar dari tubuh bocah itu."
Bocah yang telah berubah menjadi kupu-kupu itu kemudian terbang keluar ruangan, dan orang-orang yang melihatnya seperti menyaksikan roh yang tengah terbang keluar rumah. Tapi ke mana roh kupu-kupu itu? Ia tak tahu ke mana roh kupu-kupu itu pergi. Apa sudah langsung terbang membumbung ke langit sana? Apakah kalau kupu-kupu mati juga masuk surga?
Di surga, aku harap roh kupu-kupu itu bertemu ibuku. Aku ingin dia bercerita pada ibuku, bagaimana kini aku telah menjadi seekor kupu-kupu yang terus-menerus dirundung rindu. Semua kejadian berlangsung bagaikan bayang-bayang yang dengan gampang memudar namun terus-menerus membuatku gemetar.
Bunga-bunga mekar dan layu, sementara aku masih saja selalu merasa perih setiap mengingat kematian kupu-kupu yang menjelma jadi diriku itu. Kuharap bapak membusuk di penjara. Aku terbang, terus terbang, berusaha meneduhkan kerisauanku. Aku ingin terbang menyelusup ke mimpi setiap orang, agar mereka bisa mengerti kerinduan seorang bocah yang berubah menjadi kupu-kupu. Dapatkah engkau merasakan kesepian seorang bocah yang berubah menjadi kupu-kupu seperti aku?
Aku terbang mencari taman yang dapat menentramkanku. Aku terbang mengitari taman-taman rumah yang menarik perhatianku. Aku suka bertandang ke rumah-rumah yang penuh keriangan kanak-kanak. Keriangan seperti itu selalu mengingatkan pada seluruh kisah dan mimpi-mimpiku. Aku suka melihat anak-anak itu tertawa. Aku suka terbang berkitaran di dekat jendela kamar tidur mereka.
Seperti pagi ini. Dari jendela yang hordennya separuh terbuka, aku menyaksikan bocah perempuan yang masih tertidur pulas. Kamar itu terang, dan cahaya pagi membuatnya terasa lebih tenang. Sudah sejak beberapa hari lalu aku memperhatikan bocah perempuan itu. Dari luar jendela, dia terlihat seperti peri cilik cantik yang terkurung dalam kotak kaca. Aku terbang menabrak-nabrak kaca jendelanya. Aku ingin masuk ke dalam kamar bocah perempuan itu. Betapa aku ingin menyelusup ke dalam mimpinya…

10.
HANGAT pagi mulai terasa menguap di horden jendela yang setengah terbuka, tetapi kamar berpendingin udara itu tetap terasa sejuk. Bocah perempuan itu masih meringkuk dalam selimut. Sebentar ia menggeliat, dan teringat kalau hari ini Mamanya akan mengajak jalan-jalan. Karena itu, meski masih malas, bocah perempuan itu segera bangun, dan ia terpesona menatap cahaya bening matahari di jendela. Seperti sepotong roti panggang yang masih panas diolesi mentega, cahaya matahari itu bagaikan meleleh di atas karpet kamarnya. Cuping hidung bocah itu kembang-kempis, seakan ingin menghirup aroma pagi yang harum dan hangat.
Di luar jendela, dilihatnya seekor kupu-kupu tengah terbang menabrak-nabrak kaca jendela, seperti ingin masuk ke dalam kamarnya. Segera ia mendekati jendela. Ia pandangi kupu-kupu itu. Sayapnya, hijau kekuning-kuningan, bergaris hitam melengkung di tengah-tengahnya. Seperti kupu-kupu dalam mimpiku semalam, gumam bocah perempuan itu. Lalu ia ingat mimpinya semalam: ia bertemu seorang bocah yang telah menjelma kupu-kupu. Terus ia pandangi kupu-kupu itu. Kayaknya kupu-kupu itu yang semalam muncul dalam mimpiku? Jangan-jangan itu memang kupu-kupu yang semalam meloncat keluar mimpiku? Bocah perempuan itu ingin membuka jendela. Tapi jendela itu penuh teralis besi. Lagi pula daun jendelanya dikunci mati, karena orang tuanya takut pencuri. Bocah perempuan itu hanya bisa memandangi kupu-kupu yang terus terbang menabrak-nabrak kaca jendela…
Pintu kamar terbuka, muncul Mamanya yang langsung terkejut mendapati anaknya tengah berdiri gelisah memandangi jendela. "Kenapa?" tanya Mama sambil memeluk putrinya dari belakang, berharap pelukannya akan membuat putrinya tenang.
"Kasihan kupu-kupu itu, Mama…"
"Kenapa kupu-kupu itu?"
"Aku ingin kenal kupu-kupu itu."
"Kamu ingin tahu kupu-kupu? Kamu suka kupu-kupu?"
Bocah perempuan itu mengangguk.
"Kalau gitu cepet mandi, ya. Biar kita bisa cepet jalan-jalan. Nanti habis Mama ke salon kita mampir ke toko buku, beli buku tentang kupu-kupu. Kamu boleh pilih sebanyak-banyaknya… Atau kamu pingin ke McDonald dulu?"
Bocah perempuan itu menatap ibunya. Ia ingin mengatakan sesuatu. Ingin bercerita soal mimpinya semalam. Ingin mengatakan kenapa ia suka pada kupu-kupu di luar itu. Ia ingin menceritakan apa yang dirasakannya, tapi tak tahu bagaimana cara mengatakan pada Mamanya.
Setelah lama terdiam, baru bocah itu berkata, "Gimana ya, Ma… kalau suatu hari nanti aku menjadi kupu-kupu?"
Mamanya hanya tersenyum. Sementara kupu-kupu di luar jendela itu terus-menerus terbang menabrak-nabrak jendela, seperti bersikeras hendak masuk dan ingin menjawab pertanyaan bocah perempuan itu.

11.
PERNAHKAH suatu pagi engkau menyaksikan seekor kupu-kupu bertandang ke rumahmu? Saat itu engkau barangkali tengah sarapan pagi. Engkau tersenyum ke arah anakmu yang berwajah cerah, seakan-akan masih ada sisa mimpi indah yang membuat pipi anakmu merona merah. Engkau segera bangkit ketika mendengar anakmu berteriak renyah, "Papa, lihat ada kupu-kupu!"
Dan engkau melihat kupu-kupu bersayap hijau kekuning-kuningan dengan garis hitam melengkung di bagian tengahnya sedang terbang berputar-putar gelisah di depan pintu rumahmu. Kupu-kupu itu terlihat ragu-ragu ingin masuk ke rumahmu. Apakah yang melintas dalam benakmu, ketika engkau melihat kupu-kupu itu?
Kuharap, pada saat-saat seperti itu, engkau terkenang akan aku: seorang bocah yang telah berubah menjadi seekor kupu-kupu…
 
Reaksi: 

Langit Menggelap di Vredeburg

Cerpen Sulialine Adelia
Beginilah menjelang senja di jantung kota. Sekelompok remaja nongkrong di atas motor model terbaru mereka sambil ngobrol dan tertawa-tawa. Ada juga remaja atau mereka yang beranjak dewasa duduk berdua-dua, di bangku semen, di atas sadel motor, atau di trotoar. Anak-anak kecil berlarian sambil disuapi orang tuanya. Pengamen yang beristirahat setelah seharian bekerja. Dan orang gila yang tidur di sisi pagar.
Di salah satu bangku kayu panjang, bersisihan dengan remaja yang sedang bermesraan, Reyna duduk menghadap ke jalan. Hanya duduk. Mengamati kendaraan atau orang-orang yang melintas. Menunggu senja rebah di hamparan kota.
Tiba-tiba laki-laki itu sudah berada di depannya sambil mengulurkan tangan. "Apa kabar?" katanya memperlihatkan giginya yang kekuningan. Asap rokok telah menindas warna putihnya.
"Kamu di sini?" Reyna tak mampu menyembunyikan keterkejutannya. Segala rasa berpendaran dalam hatinya. Senang, sendu, haru, pilu, yang kesemuanya membuat Reyna ingin menjatuhkan dirinya dalam peluk lelaki itu.
Begitu juga Mozes, lelaki tua yang berdiri di depan Reyna. Dadanya bergemuruh hebat mendapati perempuan itu di depan matanya. Ingin ia memeluk, menciumi perempuan itu seperti dulu, tetapi tak juga dilakukannya.
Hingga Reyna kembali menguasai perasaannya, lalu menggeser duduknya memberi tempat Mozes di sebelahnya.
"Kaget?" tanya Mozes, duduk di sebelah Reyna.
Reyna tertawa kecil.
"Gimana?" tanya Reyna tak jelas arahnya. "Lama sekali nggak ketemu."
"Iya. Berapa tahun ya? Dua lima, tiga puluh?"
"Tiga puluh tahun!" jawab Reyna pasti.
"Ouw! Tiga puluh tahun. Dan kamu masih semanis dulu."
"Terima kasih," Reyna tersenyum geli. Masih ’semanis dulu’. Bukankah itu lucu? Kalaupun masih tampak cantik atau manis itu pasti tinggal sisanya saja. Kecantikan yang telah terbalut keriput di seluruh tubuhnya. Tapi kalimat itu tak urung membuat Reyna tersipu. Merasa bangga, tersanjung karenanya.
"Kapan datang?" tanya Reyna. Mulai berani lagi menatap mata lelaki di sebelahnya.
"Belum seminggu," jawab Mozes.
"Mencariku?" Reyna tersenyum. Sisa genitnya di masa muda.
Mozes tertawa berderai-derai. Lalu katanya pelan, "Aku turut berduka atas meninggalnya suamimu," tawanya menghilang.
Reyna tak menjawab sepatah pun. Bahkan ucapan terima kasih tidak juga meluncur dari bibirnya. Ia menerawang ke kejauhan. Detik berikutnya mata Reyna tampak berlinangan. Goresan luka di sudut hatinya kembali terkoyak. Rasa perih perlahan datang. Luka lama itu ternyata tak pernah mampu disembuhkannya. Semula ia menduga luka itu telah pulih, tetapi sore ini, ketika Mozes tiba-tiba muncul di hadapannya ia sadar luka itu masih ada. Tertoreh dalam di sudut perasaannya.
Reyna dan Mozes. Mozes pekerja film yang bukan saja terampil, tetapi juga cerdas dan kritis. Reyna pengelola media sebuah perusahaan terkemuka. Mereka bertemu karena Reyna harus membuat sebuah film sebagai media pencitraan perusahaannya. Reyna yang istri dan ibu seorang anak, dan Mozes yang duda. Dua orang muda yang masih segar, bersemangat, dan menawan. Dua orang yang kemudian saling jatuh cinta.
Reyna hampir saja meninggalkan Braham ketika itu. Ibu muda Reyna merasa menemukan sampan kecil untuk berlabuh. Meninggalkan malam-malamnya yang kelam bersama Braham. Pergi mengikuti aliran sungai kecil yang akan mengantarnya ke dermaga damai tanpa ketakutan, tanpa kesakitan. Berdua Mozes.
Tetapi sampan kecil itu ternyata begitu ringkih. Ia tak mampu menyangga beban berdua. Ia hanya ingin sesekali singgah, bermesra dan bercinta tanpa harus mengangkutnya. Mozes tak menginginkan ikatan apa pun antara dirinya dan Reyna. Ia ingin tetap bebas pergi ke mana pun ia ingin dan kembali kapan ia rindu. Kebebasan yang tak bisa Reyna terima. Maka sebelum perjalanan dimulai, ia memutuskan undur diri. Perempuan itu menyadari, bukan laki-laki seperti Mozes yang ia ingini untuk membebaskan dari derita malam-malamnya. Mozes berbeda dengan dirinya yang membutuhkan teman seperjalanan, ia hanya mencari ruang untuk membuang kepedihan dan mencari hiburan. Tak lebih.
"Berapa lama kamu akan tinggal?" tanya Reyna setelah gejolak perasaannya mereda.
"Entah. Mungkin sebulan, dua bulan, atau mungkin sepanjang sisa umurku," jawab Mozes, tanpa senyum, tanpa memandang Reyna. "Banyak hal yang memberati pikiran dan tak bisa kuceritakan pada siapa pun selama ini."
"Itu sebabnya kamu kemari?"
"Jakarta semakin sesak dan panas. Sementara Jogja masih tetap nyaman buat berkarya. Jadi kuputuskan kembali," lanjut Mozes tanpa mengacuhkan pertanyaan Reyna. "Begitu kembali seseorang bilang padaku, kamu sering di sini sore hari."
"Maka kamu mencariku. Berharap mengulang lagi hubungan dulu."
Mozes menggeleng.
"Atau membangun hubungan baru."
Mozes menggeleng lagi, "Tidak juga. Aku tidak butuh hubungan seperti itu. Aku hanya butuh teman ngobrol…"
"Teman bermesra, teman bercinta yang bisa kamu datangi dan kamu tinggal pergi. Tanpa tuntutan, tanpa ikatan!" potong Reyna. "Itu hubungan yang sejak dulu kamu inginkan bersamaku kan? Seperti sudah kubilang dulu, aku tidak bisa. Aku sudah memilih."
Kebekuan kembali merejam perasaan kedua orang tua itu. Langit perlahan kehilangan warna jingga. Satu per satu lampu di sekeliling mulai menyala. Ada rangkaian lampu-lampu kecil berbentuk bunga di samping tikungan yang menyala bergantian, hijau, kuning, merah. Ada lampu besar dengan tiang sangat tinggi yang menyorot ke taman, ada pula lampu berwarna temaram yang semakin menggumpalkan kesenduan.
Tiga puluh tahun bukan waktu yang sebentar. Terlalu banyak hal terjadi pada mereka dan sekian lama masing-masing memendam untuk diri sendiri. Mestinya pertemuan sore itu adalah untuk berbagi cerita bukan justru bertengkar kemudian saling diam. Atau mungkin karena perpisahan yang terlalu panjang, keduanya tak tahu apa yang harus diceritakan terlebih dahulu.
Mungkin memang begitu, karena senyatanya Reyna ingin berkata, beberapa tahun setelah perpisahan mereka ia masih juga mencari kabar tentang Mozes. Hingga suatu hari, satu setengah tahun setelah mereka tidak bersama seorang teman mengabarkan bahwa Mozes pulang ke Jakarta. Tak lama setelah itu, ia mendengar Mozes tengah melanglang buana. Buana yang mana, entah. Reyna merasa tidak perlu lagi mencari tahu keberadaan laki-laki itu. Meski tak jarang bayangan Mozes tiba-tiba membangunkan tidurnya atau menyergap ingatannya begitu Braham mulai menjamah tubuhnya dan membuat Reyna kesakitan tak terkira.
Terdengar Mozes menghela napas. Panjang. Perlahan gumpalan kemarahan yang menyesaki dada Reyna mereda. Namun hasrat untuk terus ngobrol telah tak ada. Maka sisa pertemuan itu pun berlalu begitu saja. Kebekuan masih mengental di antara keduanya. Hingga Reyna minta diri, dan beranjak pergi.
Hari-hari setelah kejadian itu, Reyna tak pernah tampak di depan Vredeburg lagi. Tetapi Mozes masih sering terlihat di salah satu bangku kayu di sana. Sendiri di tengah orang-orang muda yang tengah bercanda dan bercinta. Menghisap rokok kreteknya. Sesekali mengibaskan rambut putihnya yang panjang, tersapu angin menutup wajah tirusnya.
Begitu perasaan Reyna membaik dan siap bertemu Mozes lagi, ia kembali pada rutinitasnya, menunggu senja jatuh di Vredeburg. Namun ia harus menelan kecewa karena Mozes tak dijumpainya. Bahkan telepon genggamnya tak bisa dihubungi.
Suatu sore, di tengah keputusasaan Reyna, seorang teman mendatangi dan mengulurkan sebuah surat kepadanya. Surat dari Mozes!
"Hari-hari itu dia mencoba menghubungimu, tetapi HP-mu tak pernah aktif," kata laki-laki itu. "Ginjalnya tak berfungsi, serangan jantungnya kambuh, tekanan darahnya tidak stabil…"
Reyna tak bisa mendengar lagi penjelasan laki-laki itu. Bahkan ketika si teman menyerahkan satu dos buku dan tas berisi kamera warisan kekayaan Mozes untuknya, Reyna belum kembali pada kesadarannya.
Senja beranjak renta. Seperti Reyna merasai dirinya. Sepasang remaja di sebelahnya telah pergi. Begitu juga sekumpulan anak muda yang nongkrong di atas motor mereka, mulai menghidupkan mesin kendaraannya. Sisa adzan sayup terdengar dari Masjid Besar. Sebaris kalimat di surat terakhir Mozes meluncur dalam gumaman.
…maghrib begitu deras, ada yang terhempas, tapi ada goresan yang tak akan terkelupas.*
 
Reaksi: